Pangeran Charles Puji Museum Nasional

Kompas.com - 03/11/2008, 14:09 WIB

JAKARTA, SENIN - Putra Mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran Charles Philip Arthur George (60), menyatakan kekagumannya terhadap Museum Nasional ketika mengunjunginya, Senin (3/11)."Sangat Indah. Sayang, saya hanya memiliki waktu sebentar di sini," ujar Pangeran Charles singkat di Ruang Batu Arkeologi Museum Nasional.

Di ruangan tersebut, Pangeran Charles yang didampingi oleh Duta Besar Inggris Martin Hatfull terlihat sangat tertarik pada Arca Bhairawa, yang merupakan perwujudan Raja Adityawarman yang pernah memerintah Melayu pada tahun 1347-1774. Patung ini ditemukan di Rambahan, Sumatra Barat.

Beberapa kali ayah Pangeran William dan Harry ini bertanya-tanya dan mengangguk-angguk mendengar penjelasan staf Museum Nasional. Usai berkeliling di Ruang Batu, alumni Universitas Cambridge ini menuju Ruang Etnografi. Di ruang ini, Pangeran mengamati Arca Sigale-gale yang berbalutkan kain khas Batak, Ulos.

Selain itu, dia juga melihat Peta Kepulauan Indonesia yang berukutan sekitar enam meter persegi, serta perhiasan khas daerah Aceh.

Puas melihat Ruang Etnografi, Pangeran Charles, yang siang ini mengenakan stelan jas berwarna abu-abu dan kemeja lengan panjang biru garis-garis, langsung menuju Ruang Kaca. Di ruang ini, Pangeran Charles disuguhi alunan musik Gamelan Nego asal Jawa Barat.

Usai menikmati dentingan Gamelan, Putra tertua Ratu Elizabeth II ini langsung menuju ruang Indonesia Business Link, untuk menghadiri workshop bertema Mentorship and Writing Business Plan Workshop, yang merupakan kerja sama antara perusahaan konsultan Accenture, McKinsey&Company, Diageo Foundation, serta British Council.

Dalam workshop yang diikuti 70 peserta yang hampir seluruhnya menggenakan batik ini, Pangeran Charles sempat berbincang-bincang dengan pengusaha muda yang bergelut di bidang kerajinan, kursus bahasa Inggris, dan lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau