MOJOKERTO, SENIN -- Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI Jero Wacik bersama Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala Hari Untoro Dradjat,, Senin (3/11) mengunjungi lokasi penemuan candi tempat pemujaan semasa Kerajaan Majapahit di Desa Wates Umpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
"Temuan ini harus dijaga bersama untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan pariwisata. Ini adalah aset yang berharga, sehingga kalau dijaga, desa ini akan dikenal dan dikunjungi banyak orang dari nusantara dan mancanegara," katanya.
Penemu dan penggali pertama, Pairin (68) mengatakan, ketika ia menggali tanah di kaki gundukan, ditemukan batu bata yang tersusun rapi dan ada bagian/tiang yang diukir. Saya menduga ini bekas bangunan kuno. Lalu temuan ini dilaporkan ke petugas yang berwenang," katanya.
Pairin menemukan bekas bangunan kuno tersebut hari Selasa (28/10) sore, sekitar pukul 17.00 WIB. Ia berada di lokasi itu sejak 10 bulan lalu untuk membuat batu bata.
Pengamatan Kompas, di lokasi sekitar candi, radius 300 meter, terdapat puluhan tempat penggalian dan pembakaran batu bata. Menariknya, bata-bata masa lalu yang ditemukan sebagian ada yang utuh, namun banyak yang hancur dan dijadikan bahan pengerasan jalan.
Di lokasi candi yang ditemukan, pada bagian kaki candi itu sengaja dipagari sementara supaya tidak dirusak masyarakat. Sedangkan bagian lain masih utuh dan juga ada yang sudah digali warga, namun lokasi yang ditumbuhi satu pohon kamboja tua, terlihat ditemukan banyak batu bata merah berukuran 30 x 20 cm dengan ketebalan 5 cm.
Pada bagian puncak terdapat empat kuburan yang berjejer dan dipagar beton setinggi 1 meter, dan ada catatan tahun 1994. Diduga kuburan itu kuburan warga, yang meninggal tahun 1994. Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur I Made Kusumajawa sebelumnya mengatakan, candi yang baru ditemukan itu diduga sebuah candi pemujaan peninggalan Kerajaan Majapahit, diperkirakan berasal dari abad ke-13.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang