Jero Wacik Kunjungi Lokasi Penemuan Candi Pemujaan

Kompas.com - 03/11/2008, 14:13 WIB

 

MOJOKERTO, SENIN -- Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI Jero Wacik bersama Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala Hari Untoro Dradjat,, Senin (3/11) mengunjungi lokasi penemuan candi tempat pemujaan semasa Kerajaan Majapahit di Desa Wates Umpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

"Temuan ini harus dijaga bersama untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan pariwisata. Ini adalah aset yang berharga, sehingga kalau dijaga, desa ini akan dikenal dan dikunjungi banyak orang dari nusantara dan mancanegara," katanya.

Penemu dan penggali pertama, Pairin (68) mengatakan, ketika ia menggali tanah di kaki gundukan, ditemukan batu bata yang tersusun rapi dan ada bagian/tiang yang diukir. Saya menduga ini bekas bangunan kuno. Lalu temuan ini dilaporkan ke petugas yang berwenang," katanya.

Pairin menemukan bekas bangunan kuno tersebut hari Selasa (28/10) sore, sekitar pukul 17.00 WIB. Ia berada di lokasi itu sejak 10 bulan lalu untuk membuat batu bata.

Pengamatan Kompas, di lokasi sekitar candi, radius 300 meter, terdapat puluhan tempat penggalian dan pembakaran batu bata. Menariknya, bata-bata masa lalu yang ditemukan sebagian ada yang utuh, namun banyak yang hancur dan dijadikan bahan pengerasan jalan.

Di lokasi candi yang ditemukan, pada bagian kaki candi itu sengaja dipagari sementara supaya tidak dirusak masyarakat. Sedangkan bagian lain masih utuh dan juga ada yang sudah digali warga, namun lokasi yang ditumbuhi satu pohon kamboja tua, terlihat ditemukan banyak batu bata merah berukuran 30 x 20 cm dengan ketebalan 5 cm.

Pada bagian puncak terdapat empat kuburan yang berjejer dan dipagar beton setinggi 1 meter, dan ada catatan tahun 1994. Diduga kuburan itu kuburan warga, yang meninggal tahun 1994. Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur I Made Kusumajawa sebelumnya mengatakan, candi yang baru ditemukan itu diduga sebuah candi pemujaan peninggalan Kerajaan Majapahit, diperkirakan berasal dari abad ke-13.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau