KSAD Minta Kesejahteraan Prajurit Ditingkatkan

Kompas.com - 03/11/2008, 18:48 WIB

MEDAN, SENIN - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo meminta pemerintah menaikkan kesejahteraan prajurit dalam bentuk gaji dan insentif lainnya, jika bisnis TNI diambil alih. TNI Angkatan Darat yakin pemerintah memiliki kompensasi lain untuk menjamin kesejahteraan prajurit, jika semua bisnis di lingkungan TNI diambil alih.

Menurut Agustadi, TNI AD sudah memberikan masukan kepada Mabes TNI maupun Departemen Pertahanan terkait bentuk kompensasi yang mestinya diberikan jika seluruh bisnis TNI diambil alih pemerintah. Dia mengungkapkan pengambilalihan bisnis TNI tidak berpengaruh pada kesejahteraan prajurit. "Kesejahteraan prajurit tidak ada masalah. Negara akan memenuhinya. Tentunya ada kompensasi lain dari negara. Kami hanya mengusulkan kesejahteraan prajurit ditingkatkan, melalui gajinya, mungkin lewat insentif saat Lebaran atau yang seperti itu," ujar Agustadi di Medan, Senin (3/11). .

Agustadi berada di Medan dalam rangka serah terima jabatan Panglima Kodam-I/Bukit Barisan dari Mayor Jenderal TNI Markus Kusnowo kepada Mayor Jenderal TNI Burhanudin Amin.

Lebih lanjut tentang pengambilalihan bisnis TNI, Agustadi mengatakan, semuanya diserahkan ke Mabes TNI dan Departemen Pertahanan (Dephan). "Soal bisnis TNI, kami serahkan sepenuhnya kepada atasan, Mabes TNI maupun Dephan. Merekalah yang memutuskan bagaimana selanjutnya. Kami sudah menyerahkan sepenuhnya, jadi tunggu saja apa keputusan akhirnya," ujar Agustadi.

Netralitas TNI

Sementara itu, terkait pergantian beberapa panglima daerah militer (pangdam) di Indonesia, KSAD membantah hal tersebut karena mengantisipasi pelaksanaan pemilu tahun 2009. Apalagi jika dikaitkan dengan banyaknya calon presiden yang bakal bertarung dalam pemilu tahun depan berasal dari kalangan militer. "Pergantian pangdam di seluruh Indonesia ini tidak ada kaitannya dengan pemilu, tapi dalam rangka pembinaan personel, sehingga pada waktunya harus ada pergantian panglima. Apalagi ada beberapa personel memasuki masa pensiun maka ada kekosongan," katanya.

KSAD menjamin TNI AD tetap bisa menjaga netralitasnya dalam pemilu. Agustadi menyadari, tidak mustahil pemilu 2009 dengan berbagai kepentingannya menyeret dan mempengaruhi prajurit TNI AD untuk ikut berpolitik. "Untuk yang satu ini saya tidak akan ragu menindak tegas setiap prajurit Angkatan Darat yang terbukti terlibat dalam politik praktis, khususnya yang tak mengindahkan netralitas TNI," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau