Lapindo Tak Bayar Ganti Rugi, Hanya Kepedulian Sosial

Kompas.com - 03/11/2008, 19:09 WIB

 

JAKARTA,SENIN- Hingga akhir September 2008, PT Lapindo Brantas Inc. telah mengeluarkan dana sebesar Rp 4,4 trilliun untuk membeli tanah masyarakat yang tergenang lumpur di Sidoarjo. Namun, dana itu bukan utnuk ganti rugi, melainkan hanyalah kepedulian sosial untuk membantu warga yang terkena musibah.  

 

"Kami tidak merasa dana tersebut sebagai ganti rugi, tetapi untuk membantu dalam bentuk pembangunan rumah, pemberian santunan, dan penanggulangan lumpur," kata Wakil Presiden Komunikasi dan Sosial Lapindo Brantas, Yuniwati Terryana, di Hotel Le Merridien Jakarta, Senin(3/11).  

 

Yuniwati menjelaskan, penyebab tersemburnya lumpur Sidoarjo merupakan bencana alam yang tidak bisa terhindarkan. Hal tersebut dikuatkan dengan hasil keputusan Pengadilan Jakarta Pusat dan Pengadilan Jakarta Selatan tanggal 27 Desember 2007 bahwa pemboran di Banjar Panji 1 telah sesuai prosedur.  

 

Yuniwati juga menampik anggapan bahwa harga rumah yang dibangun di lokasi baru ternyata lebih rendah dibanding rumah yang tergenang, sehingga ditentang para korban. Bahkan menurutnya, korban yang tanahnya tidak memiliki akte pun tetap dibeli dengan opsi penggantian uang atau pembangunan rumah.

 

"Setiap hari sampai sekarang pengeluaran dana tersebut terus diperbaharui, selain untuk penanganan lumpur juga diberikan kemasyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial," tambah Yuniwati. (C12-08)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau