JAKARTA, SENIN - Ada 17 kelurahan dari enam kecamatan di Jakarta Selatan yang rawan tergenang banjir sepanjang musim hujan ini. Kelurahan lain yang rawan banjir adalah Kelurahan Bukitduri, Kelurahan Manggarai (Tebet), Kecamatan Mampangprapatan (Bangka, Tegalparang, dan Kuninganbarat), Kebayoran Lama (Pondokpinang dan Cipulir), Kebayoranbaru (Petogogan, Rawabarat, dan Cipeteutara). Pasarminggu (Jatipadang, Kebagusan, Ragunan, Pejatenbarat, dan Cilandaktimur), dan Pancoran (Pangadegan dan Rawajati).
Baru hujan dua hari, genangan air sudah mulai menghantui lima Rukun Tetangga (RT) RW 01 Kelurahan Bukitduri, Tebet, Jakarta Selatan. Banjir yang terjadi sejak Minggu (2/11) malam, kini menyisakan genangan 50 centimeter. Kondisi ini jelas mengganggu aktivitas warga. Meski begitu, warga tetap bertahan di rumahnya meski di bantaran Kali Ciliwung ketinggian air sudah mencapai 1,5 meter.
Kelurahan Bukitduri memang salah satu kawasan terparah jika terjadi banjir. Bahkan tahun lalu genangan air bisa mencapai dua meter. Kasie Penganggulangan Bencana Sudin Tramtib Jaksel, Bane Siahaan, mengungkapkan, terkadang tanpa hujan pun, banjir itu datang.
"Wilayah tersebut memang sudah sering mengalami banjir dan beberapa waktu lalu kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada warga daerah Bukitduri untuk bersiap menghadapi musim hujan," jelasnya , Senin (3/11).
Untuk menghadapi banjir tahun ini, Sudah disiapkan 500 petugas gabungan. Petugas yang disiapkan merupakan personil terlatih untuk melakukan evakuasi warga yang terdiri dari petugas SAR, PMI, Tramtib, tenaga swadaya masyarakat, dan LSM. Ratusan petugas gabungan itu akan disebar di 50 titik rawan banjir di Jakarta Selatan seperti Komplek Deplu Bintaro, Jl Tendean, dan Kelurahan Petogogan.
Di samping menyiapkan tenaga evakuasi, Jaksel juga menyiapkan alat bantu evakuasi banjir. Sedikitnya 25 perahu karet akan digunakan untuk mendukung kelancaran evakuasi tersebut, ditambah tambang dan pelampung dari ban.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang