Jenasah Penderita Flu Burung Dimakamkan di Garut

Kompas.com - 03/11/2008, 22:33 WIB

GARUT, SENIN - Jenasah Dadan Hadiansah bin H. Ukun(32), penderita suspect flu burung yang meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Senin Sore, tiba di Garut 19.30 WIB langsung disemayamkan di masjid Al-Furqon Leles.
        
Kabag Humas Setda Garut, Dikdik Hendrajaya menyatakan, almarhum dimakamkan di Kampung Hujung RT. 01/06  Desa Cipancar Kecamatan Leles.

Keterangan yang berhasil dihimpun di lokasi pemakaman menyebutkan, korban tewas diduga kuat akibat tidak berfungsinya saluran pernapasan dan paru-paru penderita yang terserang virus H5N1, katanya.

Setelah dirawat di ruang flamboyan RSHS sejak Senin di hari, yang sebelumnya sejak Jumat pekan lalu mulai terserang demam berat disertai sesak nafas, sebagaimana diakui ayah kandung almarhum, Ukun Sobana(66).

Bahkan katanya pernah dibawa ke Puskesmas terdekat dari rumahnya, namun langsung disarankan agar segera langsung dirujuk ke RSHS, tegasnya.

Nampak di pemakaman sanak-keluarga almarhum serta masyarakat setempat, juga disaksikan kalangan wartawan  dari media cetak dan elektronik.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau