BOGOR, SENIN - Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor sejak beberapa hari terakhir telah membuat beberapa wilayah mengalami longsor dan banjir. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Darmaga Bogor, di Bogor, Senin (3/11), meminta masyarakat di wilayah Jabodetabek mewaspadai banjir bandang.
Seperti dituturkan Kepala BMG, Stasiun Klimatologi Bogor Ir Endang Suprapti, hujan deras masih akan terus mengguyur wilayah Bogor. Hal ini berpeluang menyebabkan air kiriman ke Jakarta.
"Oleh karena itu, masyarakat di Jabodetabek, terutama yang tinggal di daerah aliran sungai agar mewaspadainya," tegas Endang. Ia menambahkan, selain ancaman banjir besar, masyarakat diminta mewaspadai ancaman tanah longsor, petir, dan angin puting beliung yang kadang terjadi secara bersamaan.
Hasil pantauan satelit maupun pantaun langsung petugas lapangan, kawasan Bogor dan Puncak pada beberapa bulan ke depan, sekitar akhir Januari 2009, menunjukkan intensitas curah hujan tinggi. Biasanya hujan dengan intensitas tinggi itu bisa mengakibatkan banjir bandang.
Pihak BMG telah bekerjasama dengan instansi terkait untuk mengantisipasi musibah yang bisa saja terjadi saat curah hujan tinggi mengguyur. Salah satu upaya guna mencegah jatuhnya korban jiwa maupun harta akibat banjir dan tanah longsor adalah dengan menginformasikan sedini mungkin tentang masalah ini kepada masyarakat luas.
Hasil pantauan petugas BMG di kawasan Puncak, lanjut Endang, mengalami intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir ini menunjukkan peningkatan di atas ambang batas normal.
"Sudah beberapa hari ini, hasil pantauan menunjukkan peningkatan. Malah melebihi ambang batas normal. Kemarin curah hujan di Bogor berada pada level seratus enam milimeter perhari. Padahal, biasanya hanya pada level limapuluh milimeter perhari," ungkapnya.
Sementara itu, hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor sejak Minggu pagi hingga siang hari, membuat volume air di pintu air Katulampa, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor naik melebihi batas normal, yakni 100 sentimeter.
Menurut petugas jaga pintu air Katulampa Andi Sudirman, ketinggian tersebut sama saja dengan status siaga. Batas normalnya di bawah 60 sentimeter, namun kemarin sejak pukul 13.00 hingga 17.00 ketinggian air bertahan di posisi 100 sentimeter.
"Posisi ketinggian air di atas normal tersebut juga sempat terjadi pada Minggu malam lalu. Namun Senin dini hari hingga pagi, air sempat surut dengan ketinggian 40 sentimeter. Hujan di kawasan Puncak terus menerus mengakibatkan kenaikan volume air di bendungan ini," jelasnya.
Ia mengimbau warga yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung untuk selalu waspada. Karena sampai saat ini cuaca di Bogor dalam keadaan mendung dan hujan gerimis. "Kondisi di atas normal ini harus diwaspadai," tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang