Warga Jakarta Diminta Waspadai Hujan Deras di Bogor

Kompas.com - 04/11/2008, 00:52 WIB

BOGOR, SENIN - Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor sejak beberapa hari terakhir telah membuat beberapa wilayah mengalami longsor dan banjir. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Darmaga Bogor, di Bogor, Senin (3/11), meminta masyarakat di wilayah Jabodetabek mewaspadai banjir bandang.

Seperti dituturkan Kepala BMG, Stasiun Klimatologi Bogor Ir Endang Suprapti, hujan deras masih akan terus mengguyur wilayah Bogor. Hal ini berpeluang menyebabkan air kiriman ke Jakarta.

"Oleh karena itu, masyarakat di Jabodetabek, terutama yang tinggal di daerah aliran sungai agar mewaspadainya," tegas Endang. Ia menambahkan, selain ancaman banjir besar, masyarakat diminta mewaspadai ancaman tanah longsor, petir, dan angin puting beliung yang kadang terjadi secara bersamaan.

Hasil pantauan satelit maupun pantaun langsung petugas lapangan, kawasan Bogor dan Puncak pada beberapa bulan ke depan, sekitar akhir Januari 2009, menunjukkan intensitas curah hujan tinggi. Biasanya hujan dengan intensitas tinggi itu bisa mengakibatkan banjir bandang.

Pihak BMG telah bekerjasama dengan instansi terkait untuk mengantisipasi musibah yang bisa saja terjadi saat curah hujan tinggi mengguyur. Salah satu upaya guna mencegah jatuhnya korban jiwa maupun harta akibat banjir dan tanah longsor adalah dengan menginformasikan sedini mungkin tentang masalah ini kepada masyarakat luas.

Hasil pantauan petugas BMG di kawasan Puncak, lanjut Endang, mengalami intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir ini menunjukkan peningkatan di atas ambang batas normal.

"Sudah beberapa hari ini, hasil pantauan menunjukkan peningkatan. Malah melebihi ambang batas normal. Kemarin curah hujan di Bogor berada pada level seratus enam milimeter perhari. Padahal, biasanya hanya pada level limapuluh milimeter perhari," ungkapnya.

Sementara itu, hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor sejak Minggu pagi hingga siang hari, membuat volume air di pintu air Katulampa, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor naik melebihi batas normal, yakni 100 sentimeter.

Menurut petugas jaga pintu air Katulampa Andi Sudirman, ketinggian tersebut sama saja dengan status siaga. Batas normalnya di bawah 60 sentimeter, namun kemarin sejak pukul 13.00 hingga 17.00 ketinggian air bertahan di posisi 100 sentimeter.

"Posisi ketinggian air di atas normal tersebut juga sempat terjadi pada Minggu malam lalu. Namun Senin dini hari hingga pagi, air sempat surut dengan ketinggian 40 sentimeter. Hujan di kawasan Puncak terus menerus mengakibatkan kenaikan volume air di bendungan ini," jelasnya.

Ia mengimbau warga yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung untuk selalu waspada. Karena sampai saat ini cuaca di Bogor dalam keadaan mendung dan hujan gerimis. "Kondisi di atas normal ini harus diwaspadai," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau