Wakil PM Najib Terpilih Memimpin UMNO

Kompas.com - 04/11/2008, 05:51 WIB

KUALA LUMPUR, SELASA - Wakil Perdana Menteri Malaysia Najib Razak terpilih menduduki posisi kepemimpinan partai berkuasa, yakni Organisasi Nasional Melayu Bersatu atau UMNO. Kantor berita Bernama, Senin (3/11), menyatakan, kini Najib berpeluang terpilih menjadi PM saat kongres partai nasional dan pemilihan PM yang digelar pada 24-28 Maret 2009.

Dalam pemilihan pemimpin di UMNO, Najib mendapatkan nominasi mayoritas 191 divisi UMNO secara nasional. Sampai saat ini ia memperoleh 140 divisi dan makin sulit terkejar. Satu-satunya lawan Najib adalah mantan Menteri Keuangan Tengku Razaleigh Hamzah yang hanya menerima satu divisi. Setiap kandidat harus mengumpulkan sedikitnya 58 divisi untuk bisa menjadi presiden atau pemimpin UMNO.

Sejak merdeka dari Inggris pada tahun 1957, PM Malaysia selalu berasal dari pemimpin UMNO yang menjadi mayoritas pada koalisi 13 partai yang multietnis, Barusan Nasional (BN). Jika terpilih menjadi PM, Najib menggantikan posisi PM Abdullah Ahmad Badawi yang dipaksa mengundurkan diri setelah ”kegagalan BN dan UMNO” pada pemilu.

Para pengamat politik menilai sejak awal sudah yakin Najib yang menggantikan Badawi. Apalagi tidak ada kandidat lain yang lebih kuat dan dianggap mampu menyaingi Najib. Terlebih setelah Badawi "mengumumkan" Najib sebagai calon pengganti Badawi.

"Ia mendapat dukungan yang kuat karena tidak ada calon lain yang tepat di UMNO. Tak ada juga yang berani menominasikan kandidat lain, terutama sejak Badawi menunjuk Najib," kata Mohammad Agus Yusoff dari National University of Malaysia.

Tugas berat

Meski akan "menang mudah", Agus memperkirakan Najib akan menghadapi masa-masa sulit, terutama masalah krisis ekonomi. "Mau tidak mau ia harus minta bantuan," ujarnya.

Kini yang terpenting, menurut Ibrahim Suffian di Pusat Penelitian Merdeka, adalah menunggu kinerja Najib. Apakah ia akan bisa mewujudkan reformasi dalam segala bidang seperti yang pernah dijanjikan Badawi. "Banyak yang menduga ia hanya mengutamakan kepentingan UMNO," ujarnya. (REUTERS/AFP/LUK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau