JAKARTA, SELASA — Satu tim pasukan Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) tampak memasuki Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, sekitar pukul 08.30. Sekitar 30 menit kemudian mereka keluar. Mobil Jihandak tampak diparkir di depan kedutaan.
Apakah Kedutaan Amerika mendapat ancaman bom? Tidak ada satu pun aparat kepolisian yang berjaga di sana bersedia memberikan keterangan. Seorang polisi berbisik bahwa di dalam kedutaan juga ada sejumlah anggota Densus 88. Untuk jelasnya, ia menyarankan agar wartawan meminta keterangan dari pihak kedutaan.
Namun, seorang staf perempuan kedutaan yang ikut mendampingi tim Jihandak juga enggan berkomentar. "No comment, jangan... jangan... jangan... saya tidak berani berkomentar," ujarnya.
Penjagaan di depan Gedung Kedutaan Besar Amerika tampak diperketat. Sejumlah aparat polisi tampak berjaga-jaga, sementara petugas polisi berkendara motor trail berulang kali mondar-mandir di Jalan Medan Merdeka Selatan.
Selain Kedutaan Besar Amerika, pihak kepolisian juga memperketat pengamanan di sejumlah tempat, seperti bandara, stasiun kereta api, terminal, kedutaan besar negara sahabat, dan sejumlah obyek vital di Jakarta. Hal ini terkait dengan makin dekatnya ekesekusi terhadap tiga terpidana mati bom bali I, yaitu Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Ghufron.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang