Kedubes Amerika Diancam Bom?

Kompas.com - 04/11/2008, 09:19 WIB

JAKARTA, SELASA — Satu tim pasukan Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) tampak memasuki Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, sekitar pukul 08.30. Sekitar 30 menit kemudian mereka keluar. Mobil Jihandak tampak diparkir di depan kedutaan.

Apakah Kedutaan Amerika mendapat ancaman bom? Tidak ada satu pun aparat kepolisian yang berjaga di sana bersedia memberikan keterangan. Seorang polisi berbisik bahwa di dalam kedutaan juga ada sejumlah anggota Densus 88. Untuk jelasnya, ia menyarankan agar wartawan meminta keterangan dari pihak kedutaan.

Namun, seorang staf perempuan kedutaan yang ikut mendampingi tim Jihandak juga enggan berkomentar. "No comment, jangan... jangan... jangan... saya tidak berani berkomentar," ujarnya.

Penjagaan di depan Gedung Kedutaan Besar Amerika tampak diperketat. Sejumlah aparat polisi tampak berjaga-jaga, sementara petugas polisi berkendara motor trail berulang kali mondar-mandir di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Selain Kedutaan Besar Amerika, pihak kepolisian juga memperketat pengamanan di sejumlah tempat, seperti bandara, stasiun kereta api, terminal, kedutaan besar negara sahabat, dan sejumlah obyek vital di Jakarta. Hal ini terkait dengan makin dekatnya ekesekusi terhadap tiga terpidana mati bom bali I, yaitu Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Ghufron.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau