JAKARTA, SELASA — Untuk mengurangi jumlah pengangguran dan memperbaiki kualitas sumber daya manusia di Indonesia, Pemerintah Indonesia melakukan kerja sama magang dengan pengusaha di Jepang yang terbuka bagi para pemuda asal Indonesia.
Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Soeparno, kerja sama ini sudah dimulai sejak 1993 dan sampai 2008 telah diikuti oleh sebanyak 34.764 orang pemuda. "Saat ini yang masih tinggal di Jepang sebanyak 7.000 pemagang, sedangkan yang sudah balik rata-rata sudah bekerja, baik di perusahaan maupun wiraswasta," kata Erman di sela kunjungan delegasi Assosiation for International Manpower Development of Medium and Small Enterprises (IMM) di Jakarta, Selasa (4/11).
Erman melanjutkan, dengan adanya magang di Jepang, kualitas tenaga kerja Indonesia menjadi memiliki daya saing di dunia kerja internasional. "Karena para pemagang yang berada di perusahaan di sana, tidak diperlakukan sebagai tenaga kasar, tapi posisinya sudah sampai pada posisi yang penting, semisal quality control, finishing," ungkap Erman.
Untuk itu, bagi para calon pemagang IMM menetapkan program ini hanya terbuka bagi lulusan SMA ke atas. Sebelum berangkat, para calon pemagang akan dilatih di Lembang, Jawa Barat, selama empat bulan, sebelum proses pemberangkatan ke Jepang. "Untuk semua biaya kecuali biaya pengurusan dokumentasi ditanggung oleh pihak perusahaan pemagang," tutur Erman.
Penempatan magang di Jepang sendiri hanya dibatasi selama tiga tahun dan para pemagang mendapatkan upah seperti layaknya orang bekerja. "Malahan ada juga pemagang yang menerima upah lebih tinggi daripada standar upah orang kerja di Jepang," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang