Pemilik Rumah Obama di Menteng Meninggal

Kompas.com - 04/11/2008, 16:02 WIB

JAKARTA, SELASA - Rumah yang pernah ditempati oleh salah satu calon presiden AS, Barrack Obama di kawasan Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat sedang berduka. Sang pemilik Tata Aboe Bakar Soerono meninggal dunia dalam usia 78 tahun.

Almarhum yang merupakan purnawirawan Angkatan Laut dengan pangkat terakhir Laksamana Pertama meninggalkan seorang istri dan lima anak, dua perempuan dan tiga laki-laki.

Menurut Sandra, anak keempat almarhum, sekitar pukul 01.30 ayahnya mengeluh sakit di lambung. "Saat dibawa ke Rumah Sakit St Corolus, bapak sudah tidak ada," tutur Sandra.

Almarhum dimakamkan di TPU Tanah Kusir usai Ashar. Ini sesuai dengan permintaan beliau yang sebelumnya sudah berwasiat untuk dimakamkan secara bertumpuk dengan ibundanya. "Saya sudah lihat wasiatnya, beliau ingin dimakamkan bersama ibundanya," ujar Santoso, salah satu menantu almarhum.

Proses pemakaman dilakukan secara militer. Puluhan prajurit dengan seragam putih-putih lengkap dengan senjata api tampak berbaris mengikuti proses pelepasan jenazah. Sekitar pukul 14.15 iring-iringan jenazah mulai meninggalkan rumah duka menuju ke peristirahatan terakhir Pak Tata.

Seperti diberitakan, selama tiga tahun, pada awal tahun 1970-an, calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Barack Obama, pernah tinggal di kawasan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.  Keluarga Obama kecil yang disapa Barry kemudian pindah ke sebuah rumah paviliun di Jalan Taman Amir Hamzah No 22, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Di Taman Amir Hamzah Obama bersama keluarga tinggal selama kurang lebih satu tahun. Obama juga sempat bersekolah di SDN Menteng 01 antara tahun 1969 dan 1970, yaitu kelas III dan IV. Pada awal tahun 1971 Obama bersama keluarga akhirnya hijrah kembali ke Hawai.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau