Besok, 7.454 Jamaad Mendarat di Jeddah

Kompas.com - 04/11/2008, 21:13 WIB

JEDDAH, SELASA- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1429 Hijriyah pada Selasa (4/11) siang tadi menyiapkan penyambutan kedatangan jemaah haji Indonesia yang dijadwalkan mulai tiba di Bandara Raja Abdul Aziz di Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu, 5 November 2008.

Pukul 11.00 waktu setempat, saat Kota Jeddah diguyur hujan deras, anggota PPIH yang ditugaskan di Bandara Raja Abdul Aziz melakukan pengenalan lapangan dan menempatkan plang penanda lokasi jemaah haji Indonesia di depan gerbang kedatangan yang ada di terminal haji bandara tersebut.

Kepada puluhan anggota PPIH di Jeddah, Pelaksana Tugas Kepala Daerah Kerja Jeddah Cepi Supriatna menjelaskan deskripsi tugas setiap anggota PPIH dalam kegiatan penyambutan kedatangan jemaah, penempatan jemaah di lokasi transit bandara, pengaturan barang bawaaan jemaah dan pemberangkatan jemaah ke Madinah dengan bus.

"Kita sudah melakukan gladi bersih bagi petugas.  Pemasangan plang penunjuk arah bagi jemaah dan perlengkapan lain yang dibutuhkan, termasuk obat dan alat kesehatan dilakukan sore ini.  Pagi nanti semua persiapan harus sudah selesai," kata Cepi.

Pos pelayanan kesehatan ditempatkan pada dua ruangan yang ada dalam bangunan oktagon di lingkungan bandara. Luasnya sekitar 35 meter persegi. "Ruangannya memang agak sempit, tapi ya dicukup-cukupkanlah. Kan cuma untuk transit juga.  Ini karena anggaran yang tersedia cuma bisa untuk menyewa ruang seluas ini. Biaya sewa ruangan di sini selama musim haji 2.780 real Arab Saudi per meter persegi,"  katanya.

Kantor Daerah Kerja Jeddah berada di lantai dua gedung induk bandara. Ruangan itu nantinya antara lain akan menjadi kantor kepala Daerah Kerja, petugas Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), petugas administrasi haji dan media center haji.

"Besok, mulai pukul 08.00 petugas sudah akan siap di bandara untuk mempersiapkan penyambutan kedatangan pertama jemaah haji," katanya.

Hari Rabu besok, 7.454 anggota jemaah haji Indonesia akan tiba di Arab Saudi. Menurut jadwal, pada hari itu akan tiba jemaah haji dari embarkasi Solo, Medan, Jakarta, Banjarmasin, Palembang, Batam, Jawa Barat, Surabaya, Ujungpandang dan Balikpapan yang masuk dalam kelompok terbang (kloter) satu, dua dan tiga.

Jemaah haji yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur dan Aceh itu akan diangkut dalam 19 kali penerbangan, 12 penerbangan dengan pesawat Garuda Indonesia dan tujuh penerbangan dengan pesawat Saudi Arabia Airlines.

Sebanyak 4.515 orang di antaranya dijadwalkan tiba di Bandara Pangeran Muhammad di Madinah antara pukul 13.50-20.00 waktu setempat dan 2.937 orang lainnya tiba Bandara Raja Abdul Aziz di Jeddah antara pukul 13.15-22.15 waktu setempat.

Jemaah haji pertama yang tiba di Bandara Raja Abdul Aziz Jeddah menurut jadwal sebanyak 405 orang dari embarkasi Solo, Jawa Tengah.  Mereka menumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-6101 dan dijadwalkan tiba di bandara pukul 13.15 waktu Jeddah.

Setelah transit sekitar 30 menit dan bandara, jemaah tersebut akan langsung diberangkatkan ke Madinah dengan bus dan di Madinah akan menempati penginapan yang disediakan oleh Majmuah Amwaj Falah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau