Permainan Tradisional Diminati Pengunjung IJE 2008

Kompas.com - 05/11/2008, 00:11 WIB

JAKARTA, SELASA--Permainan tradisional Indonesia mendapatkan tempat tersendiri di hati para penggunjung pameran akbar Indonesia-Jepang Expo (IJE) 2008 Kemayoran Jakarta pada 1-9 November 2008.

Beragam permainan tradisional seperti Galah Asin, Teplek, Congklak, atau Tapak Batok, telah menarik minat sebanyak 5.218 pengunjung untuk datang ke Arena PRJ Kemayoran, Jakarta.

Rinanda (11) dari SDN Kayuputih 09 Siemens Jakarta, mengatakan, ia pada awalnya tidak mengenal permainan tradisional Indonesia yang dilombakan karena di sekolah juga tidak ada.

Selain itu juga ada permainan yang berbeda nama dengan yang mereka kenal seperti Teplek atau Engklek yang mereka tahu adalah permainan Dampu, kata Fitra (11) dari sekolah yang sama.

Tak semua siswa dan guru yang mendampingi juga mengatakan kalau siswa hanya mengenal permainan tradisional yang dilombakan dari buku atau cerita dari orang tuanya saja.

Sementara itu, Ahmad Rasta Riswanto (47) Kepala Sekolah SDN Kayuputih 09 siemens melihat ajang ini sebagai bentuk pengenalan budaya bangsa yang sederhana dan menarik.

"Secara khusus kita memang belum pernah mengadakan lomba permainan tradisional seperti ini yang dapat memberikan wawasan siswa tentang hal-hal kongkrit yang ada di negeri sendiri." kata pria asal Kuningan Jawa Barat ini.

Menurut Surya, Kordinator Sekolah untuk Kompetisi Permainan Tradisional Indonesia yang diikuti oleh 23 SD yang ditunjuk dari semua wilayah di Jakarta ada 40 tim yang beberapa sekolah mengirim dua tim dan setiap harinya akan dipilih finalis dari masing-masing permainan yang akan bertemu lagi di final pada tanggal 8 November mendatang.(ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau