Angelina Jolie Belum Tentukan Pilihan

Kompas.com - 05/11/2008, 04:25 WIB
Meski belum menentukan kandidat presiden AS pilihannya, aktris Angelina Jolie (33) yang menjadi Duta Khusus Komisi Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) itu mengaku kagum dengan berbagai pemikiran dan latar belakang keluarga campuran kandidat Partai Demokrat, Barack Obama.

”Obama memperjuangkan hukum dan keadilan serta isu internasional lain, seperti genosida dan penutupan Guantanamo Bay. Banyak alasan bagi saya untuk memilihnya. Yang jelas bukan karena latar belakangnya,” kata Jolie saat diwawancarai majalah Vanity Fair edisi Jerman, Oktober.

Meski Obama diyakini akan bisa menjadi teladan bagi keluarganya, putri dari aktor Jon Voight (pendukung kandidat Partai Republik, John McCain) itu belum yakin berbagai pemikiran dan kepribadian Obama menjadi alasan kuat untuk memilih Obama. ”Seorang presiden AS seperti Barack Obama akan menjadi contoh baik untuk keluarga saya,” kata ibu dari Maddox, Pax, Zahara, Shiloh, Knox, dan Vivienne itu.

Peraih Golden Globe Awards (3), Screen Actors Guild Awards (2), dan penghargaan Oscar 1999 dalam film Girl, Interrupted, kelahiran 4 Juni 1975, ini mengatakan, keluarga yang ia bina bersama aktor Brad Pitt mirip dengan AS yang menjadi tempat berkumpul aneka ragam orang dengan latar belakang ras dan etnis yang berbeda-beda. ”Anak-anak saya harus bangga dengan latar belakang Asia dan Afrika mereka,” kata Jolie. (LUK)

Don King Beruntung Saksikan Sejarah

Promotor tinju AS, Don King (77), tidak pernah membayangkan akan bisa menyaksikan lahirnya sejarah baru. Ia tidak pernah menyangka akan sempat melihat warga kulit hitam mencalonkan diri menjadi presiden AS. Untuk itu, ia mengajak rakyat AS mendukung kandidat Partai Demokrat, Barack Obama, menjadi presiden kulit hitam pertama di AS.

Ajakan itu ditumpahkan King dalam surat elektronik (e-mail) yang kemudian dikirimkan ke berbagai media massa oleh stafnya, Senin (3/11). Meski ia mengajak orang beramai-ramai memberikan suaranya kepada Obama, King maklum tidak semua warga AS yakin dan bersedia memberikan suaranya kepada warga kulit hitam. Ini bukan salah mereka, kata King, tetapi akibat indoktrinasi lebih dari tiga abad hingga menimbulkan rasa benci dan pandangan inferior pada kulit hitam. ”Sebelum memilih, saya mohon Anda berdoa kepada Tuhan untuk membantu Anda memilih Obama. Tolong pikirkan dan berikan yang terbaik untuk negeri tercinta ini,” kata King, yang merasa yakin Obama akan bisa menang mudah jika saja ia berkulit putih.

King yang selalu menyebut dirinya ”Republicrat” (Republik Demokrat) itu pernah mendukung Presiden George W Bush dalam pemilu 2004. Bagi King, Bush berjasa dengan memberi kesempatan kepada warga kulit hitam masuk dalam pemerintahannya, seperti mantan Menteri Luar Negeri Colin Powell dan Menlu Condoleezza Rice. (AP/LUK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau