Beda "Seribu Perak", Konsumen "Hijrah" ke Pertamax

Kompas.com - 05/11/2008, 13:01 WIB

JAKARTA, RABU —  Harga pertamax sudah turun menjadi Rp 7.000 per liter pada awal November lalu, sedangkan harga BBM bersubsidi yakni premium masih Rp 6.000 per liter. Tak heran, beda seribu rupiah membuat konsumen yang biasanya memakai premium beramai-ramai beralih ke pertamax.

Seperti diungkapkan Toni (36), harga yang cuma beda tipis dan manfaat penggunaan pertamax menjadi pertimbangan ia beralih menggunakan pertamax. "Karena oktannya lebih tinggi, jadi pembakaran kan lebih bagus, lebih iritlah pokoknya, tarikan mesinnya juga enak. Kalau biasa pake premium isi full tank Rp 20 ribu, biasanya untuk 3-4 hari cuma bolak-balik kantor rumah, kalo pertamax bisa 5 hari, lumayanlah," jelas pria yang berkantor di daerah Sudirman ini.

Selain itu, menurut Masduki (45), pertamax  bisa menjaga mesin lebih awet dan tentunya alasan berhemat. "Bener-bener nyaman pake pertamax, memang mesin agak kaget, tapi lama-lama juga biasa. Kalau hemat gini kan uangnya bisa untuk yang laen, biaya sekolah anak misalnya," tutur pria yang tinggal di Rawabelong, Jakarta Barat ini.

Ia menuturkan akan beralih kembali menggunakan premium kalau memang harganya akan turun menjadi Rp 5 ribu. "Wah, kalau rakyat kecil kayak kita-kita ini nyarinya yang murah aja, kebutuhan bahan bakar kan utama, harusnya memang pemerintah nurunin BBM bersubsidi seperti premium, jadi beban rakyat sedikit dikurangilah, masak harganya cuma beda seribu dengan pertamax," tutur pria yang bekerja di perusahaan asuransi ini.

Sampai saat ini, pemerintah masih merencanakan akan menurunkan harga BBM bersubsidi seperti premium sekitar Rp 500-800 per liter. Pertimbangan penurunan ini untuk periode November-Desember 2008 dengan asumsi harga minyak dunia 70 dollar AS per barel dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Rp 10 ribu. Sedangkan faktor yang mempengaruhi penurunan BBM bersubsidi antara lain ICP, kurs dollar dan jenis BBM yang akan diturunkan harganya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau