Tanam Ganja, Penjual Bunga Diamankan Polisi

Kompas.com - 05/11/2008, 13:32 WIB

BANDUNG, RABU - Ahmad Fauzi (26), pedagang bunga, diamankan petugas dari Polisi Sektor Baleendah karena kedapatan memiliki sembilan polybag tanaman ganja di halaman rumah dia di Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa (4/11) kemarin. Ternyata, sembilan polybag tanaman ganja itu ditanam sejak masih berupa bibit.

Ditemui di Markas Polsek Baleendah, Ahmad menjelaskan bahwa dia mendapatkan biji itu dari ganja kering yang dibelinya sebanyak satu paket berisi enam linting. Dari 20 polybag tanaman ganja yang ditanam, hanya enam yang berhasil tumbuh.

Dia mengakui kalau tindakannya itu untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan tidak dijual. Pria yang masih melajang itu menjadi pengguna ganja sejak lima tahun terakhir. Dia pun sudah tiga kali memanen dari tanaman yang ditumbuhkan dengan cara dipotong.

Kepala Polsek Baleendah Ajun Komisaris Asep Dedy Suryana menjelaskan, tersangka dijerat dengan Pasal 78 ayat 1 UU Nomor 22/1997 tentang Narkotika yaitu menyimpan, menanam, memiliki dan menguasai narkotika golongan I dalam bentuk tanaman. Hukuman maksimal adalah penjara maksimal 12 tahun serta denda Rp 750 juta.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau