Laporan wartawan Kompas Ambrosius Harto
SAMARINDA, RABU - Dua buaya di Kebun Raya Universitas Mulawarman Samarinda (KRUMS), Kalimantan Timur, belum tertangkap. Dua ekor binatang itu lepas akibat tanggul kolam penampungan jebol, Selasa (4/11) siang.
Dua buaya itu lepas bersama dengan 8 buaya lainnya. Namun, yang 8 ekor sudah tertangkap. Yang dua ekor belum berhasil ditangkap karena air belum surut, kata Ketua Badan Pengelola KRUMS Syarif Effendi saat dihubungi dari Balikpapan, Rabu (5/11).
Meski ada dua buaya lepas, KRUMS tetap dibuka untuk umum. Dua buaya yang belum tertangkap itu dinilai tidak membahayakan pengunjung. Panjang tubuh binatang itu satu meter.
Adapun satu ekor diketahui berada di kolam penangkaran yang tanggulnya mulai diperbaiki. Satu ekor lagi di kolam pemancingan. "Setelah air surut dua buaya itu akan terlihat dan segera kami tangkap," katanya.
Syarif menuding jebolnya tanggul akibat kelimpahan air dari bukit di sekitar KRUMS yang dikupas oleh perusahaan tambang batu bara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang