KEDIRI, RABU - Para pemain Persik Kediri mulai ogah-ogahan dalam menjalani program latihan rutin, sejak manajemen memutuskan pemotongan gaji hingga 60 persen. Pelatih Persik Arcan Iurie terlihat duduk santai di tribun Stadion Brawijaya Kediri, Jawa Timur, Rabu (5/11), karena hanya ada 13 pemain yang datang.
"Bagaimana saya mau memimpin latihan kalau yang datang hanya 13 orang," kata pelatih berkebangsaan Moldova yang fasih berbahasa Indonesia itu.
Gelandang serang Persik asal Uruguay, Ronald Fagundez terlihat di Stadion Brawijaya. Tapi dia hanya berlari keliling lapangan dan berolahraga ringan. Sehingga tak sampai 30 menit, para pemain Persik itu akhirnya membubarkan diri. Padahal mereka dipersiapkan dalam pertandingan Copa Indonesia 2008 melawan Persekabpas Kabupaten Pasuruan, pada 12 November 2008.
Nasib Arcan Iurie di Persik pun sampai saat ini tidak jelas. "Saya pasrah saja pada pihak manajemen, apakah tetap bertahan di sini atau bagaimana?," katanya menuturkan.
Sebagai pelatih profesional, dia tetap akan memimpin anak asuhnya menjalankan menu latihan yang sudah diprogramkan jauh-jauh hari sebelumnya. Ia berharap masih bisa menangani tim sepakbola milik Pemkot Kediri itu hingga kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2008 berakhir. "Mudah-mudahan tidak seperti ketika saya di Persib dulu," kata mantan Pelatih Persib Bandung itu.
Sejauh ini manajemen belum memutuskan nasib pelatih dan para pemain Persik untuk putaran kedua ISL. "Kami masih akan menggelar rapat lagi, mengenai status pelatih dan siapa saja pemain yang masih bisa dipertahankan," kata Sekretaris Umum Persik, Barnadi.
Sedang untuk menghadapi Persekabpas di ajang Copa Indonesia 12 November mendatang, menurut dia, timnya tak harus tampil dengan formasi penuh, termasuk menurunkan pemain asing.
"Kami masih punya pemain muda U-21 yang bisa kami turunkan di ajang Copa Indonesia, karena ini masih dalam babak penyisihan. Baru kalau sudah masuk Babak 16 Besar, kami akan menurunkan tim penuh," kata Barnadi. (ANT)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang