Jemaah Haji Dihimbau Selalu Berseragam

Kompas.com - 06/11/2008, 08:50 WIB

JAKARTA, KAMIS — Sebagai pendatang di negeri sahabat, tentu jemaah haji harus menyesuaikan diri dengan kondisi udara dan mengenal lokasi tempat pemondokan. Pengenalan lokasi pemondokan dan arah menuju Masjidil Haram sangat penting agar jemaah tidak tersesat.

Jemaah haji diimbau untuk selalu mengenakan seragam. Pasalnya, seragam akan mempermudah pemantauan pergerakan jemaah petugas Indonesia yang bersiaga membantu jemaah. Selain itu, dengan seragam itu akan memudahkan jemaah haji dari Indonesia untuk saling menyapa dengan jemaah lainnya yang berasal dari satu negara.

Media Center Haji Departemen Agama di Jakarta, Kamis (6/11), juga mengingatkan agar jemaah haji jika bepergian hendaknya dilakukan secara berkelompok atau beregu. Upayakan selalu ada laki-laki yang mendampingi ibu-ibu jika ingin bepergian. Jemaah juga dihimbau untuk selalu bersikap ikhlas, tawakal, dan sabar.   

"Mudah-mudahan masukan ini bermanfaat bagi para jemaah haji Indonesia. Selamat menunaikan ibadah haji, insya Allah kami petugas PPIH di Jedah, Madinah, dan Mekah siap menerima dan membantu sepenuhnya tamu-tamu Allah SWT. Labbaik Allahumma Labbaik," ujar Gito, salah satu petugas haji Indonesia. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau