JAKARTA, KAMIS — Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan, pemberlakuan buka tutup penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) Bumi Resources (BUMI), hari ini, Kamis (6/11) ada di tangan BEI.
"Pembukaan hari ini kita anggap informasi sudah cukup, jadi mekanisme atas buka tutup kembali ada di bursa," kata Direktur Utama BEI di BEI, Jakarta, Kamis (6/11).
Pagi ini suspensi BUMI kembali dicabut pada perdagangan saham sesi I. Namun, baru dua menit dibuka, saham BUMI kembali disuspensi karena terkena auto rejection batas bawah.
Saham BUMI anjlok 200 poin ke level 1.975 dan diwarnai aksi jual sebanyak 3,8 juta lot saham. Sebelumnya, Rabu, otoritas BEI mencabut suspensi saham BUMI pada sesi I perdagangan saham. Sekitar 10 menit, pencabutan suspensi saham BUMI dibatalkan karena ada intervens dari pemerintah.
Ketika dikonfirmasi mengenai hel tersebut, Erry enggan berkomentar lebih jauh pihak mana yang meminta intervensi. "Ya, pemerintah saja sudah, alasannya ya pemerintah yang berhak menjawab," ujar Erry.
Lebih jauh Erry menilai, anjloknya saham BUMI pada perdagangan saham hari ini merupakan hal yang wajar karena konsisi pasar sedang mengalami penurunan. "Wajar saja, semua sedang turun masa dia naik sendiri," tutur Erry.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang