Awas Flu, Pak Haji!

Kompas.com - 06/11/2008, 16:40 WIB

KUDUS, KAMIS - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Jawa Tengah mengingatkan kepada para jamaah calon haji (calhaj) untuk mewaspadai penyakit flu.

"Penyakit flu tersebut terjadi akibat adanya perbedaan suhu di Indonesia dengan di Mekkah," kata Kepala DKK Kudus, Syakib Arsyalan, di Kudus, Kamis.

Oleh karena itu, dia mengingatkan, kepada calhaj untuk mempersiapkan kesehatan fisiknya sebelum berangkat. "Salah satunya, harus berisitirahat yang cukup dan jangan terlalu lelah," jelasnya.
    
Sebelum diberangkatkan, para jamaah haji memang sudah melakukan serangkaian pengecekan kesehatan.

"Namun, mempersiapkan kondisi fisik jamaah justru lebih penting ketika hendak diberangkatkan, untuk menghindari serangan sejumlah penyakit," jelasnya.

Ditambahkan Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) pada DKK Kudus, Subiyono, penyakit terbesar yang menyerang jamaah haji di Mekkah merupakan penyakit saluran pernafasan.

Sebab, kondisi pada saat pelaksanaan haji sangat padat, penuh sesak pada tempat-tempat tertentu.Ia juga menyarankan, para jamaah haji untuk beristirahat cukup dan menghindari kegiatan yang terlalu menguras tenaga dan pikiran.
    
Menurut dia, perbedaan temperatur di Arab Saudi antara siang dan malam cukup jauh, kelembaban juga sangat rendah.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau