Turun Lima Ratus Perak, Nggak Pengaruh

Kompas.com - 06/11/2008, 18:44 WIB

JAKARTA, KAMIS - Kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium bersubsidi senilai Rp500 per liter dinilai tidak berdampak pada rakyat kecil.
   
Pengamat ekonomi Aviliani usai menghadiri rapat tim panelis ekonomi di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/11), mengatakan penurunan harga BBM yang hanya berlaku untuk jenis premium akan dinikmati oleh kelas menengah yang memiliki kendaraan bermotor. "Efek terhadap masyarakat miskin yang seharusnya mendapat dampak dari subsidi BBM tidak terlalu signifikan," ujarnya.
   
Pemerintah memutuskan penurunan harga premium bersubsidi senilai Rp500 per liter yang mulai berlaku 1 Desember 2008, tidak berlaku untuk jenis BBM lain seperti solar dan minyak tanah.
   
Aviliani mengatakan kebijakan penurunan harga premium itu juga tidak akan berdampak kepada daya beli masyarakat karena industri tidak akan menurunkan harga barang-barang.
   
Biaya transportasi, lanjut dia, juga tidak akan mengalami penurunan setelah kenaikan harga BBM pada Mei 2008. "Jadi, penurunan harga premium ini tidak akan berdampak apa-apa kepada harga barang-barang dan transportasi," ujarnya.
   
Aviliani menilai penurunan harga premium yang mulai berlaku pada 1 Desember 2008 terlalu cepat dilakukan oleh pemerintah. Ia berpendapat seharusnya pemerintah terlebih dahulu melakukan  sosialisasi selama dua bulan, dan baru menurunkan harga pada awal 2009.
   
Aviliani berharap pemerintah sudah siap dengan instrumen untuk merespon fleksibilitas harga minyak mentah dunia yang bergerak naik-turun. Apabila pemerintah harus kembali menaikkan harga premium setelah menurunkannya, Aviliani mengkhawatirkan ongkos sosial yang harus ditanggung masyarakat.
   
"Masalahnya, harga naik turun itu kan tergantung dengan harga minyak dunia. Pemerintah harus siap dengan itu," ujarnya.
       
Pemerintah memutuskan menurunkan harga premium bersubsidi dari Rp6.000 per liter menjadi Rp5.500 per liter dengan dalih untuk meringankan beban masyarakat yang selama ini menanggung kenaikan harga komoditi akibat kenaikan harga minyak mentah dan krisis keuangan dunia.
   
Karena saat ini harga minyak mentah dunia sudah turun di kisaran 65 dollar AS,  pemerintah menurunkan harga premium bersubsidi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau