DCS PDIP Kisruh, Mantan Pengurus KPU Diperiksa

Kompas.com - 06/11/2008, 20:00 WIB

BANYUMAS, KAMIS - Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Banyumas mengklarifikasi sejumlah mantan pengurus Komisi Pemilihan Umum Banyumas, Kamis (6/11), terkait kisruh daftar calon legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Banyumas. Dalam keterangannya, para mantan pengurus itu memberikan pernyataan yang berbeda-beda.

Kekisruhan bermula dari pengesahan KPU terhadap DCS PDIP. Sejumlah partai politik lain mempermasalahkan pengesahan itu karena DCS PDIP diduga bermasalah. Mereka kemudian mengadukan hal itu ke Panwas Pemilu Banyumas.

Klarifikasi telah dilaksanakan sejak Rabu (5/11) kemarin. Hingga Kamis (6/11), sudah ada tiga pengurus yang dimintai keterangan, yakni dua mantan anggota KPU, Indra Permana dan Iksanto, serta Kepala Subbagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU, Herry W Mamanua. Dua mantan anggota KPU Banyumas lainnya yang turut diundang, yakni Is Hery Permana dan Khanif Fauzi, belum hadir.

Anggota Panwas Pemilu Banyumas, Edi Romadhon, mengatakan, dalam keterangannya, Herry mengungkapkan bahwa berkas DCS PDIP tanggal 8 September sudah ada sejak awal. Bahkan, berkas DCS tanggal 8 September itu dia yang menyimpan.

Keterangan Herry itu berseberangan dengan Indra yang mengatakan berkas tanggal 8 September tak pernah ada. "Sebagai anggota saya hanya tahu berkas tanggal 16 September dan 17 September," kata Indra seperti ditirukan Edi.

Saat dikejar tim pemerisa dari Panwas Banyumas mengenai mengapa tak pernah menyampaikan berkas DCS tertanggal 8 September ke rapat pleno, dengan enteng Herry menjawab, "Saya lupa."

Data untuk DCS PDIP Banyumas tak semuanya berdasarkan berkas tanggal 19 Agustus. Kalau pun muncul DCS tertanggal 8 September, hal itu adalah DCS tanggal 19 Agustus yang diperbaiki.

Meskipun sudah meminta keterangan tiga mantan pengurus KPU Banyumas, Panwas Banyumas belum menyimpulkan hasil klarifikasi. Masih ada dua mantan anggota KPU Banyumas lagi yang harus dimintai keterangannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau