Komunitas Jaipong Tolak UU Pornografi

Kompas.com - 07/11/2008, 00:48 WIB

BANDUNG, JUMAT--Komunitas Peduli Jaipong Jawa Barat (KPJJB) tolak UU Pornigrafi dengan menggelar pentas tari Jaipongan di depan pintu gerbang Gedung Sate Bandung, Kamis.

Para pengunjuk rasa yang berasal dari beberapa sanggar Jaipong di "Tatar Pasundan" itu secara tegas menganggap UU Pornigrafi cacat hukum dan mengabaikan hak asasi manusia.

"UU Pornografi itu tidak mencerminan kebinekaan, Penyeragaman nilai dan cara melindungi masyarkat dari pornigrafi tidak berarti tidak mengakui dan merendahkan otoritas kebudayaan masyarakat dalam memberikan perlindungan bagi warganya dari pornigrafi," kata Korlap Aksi KPJJB, Nanu.

Aksi dari para seniman Jaipong itu juga menyertakan sekitar 15 penari cilik yang beraksi dengan tari Jaipongan yang selama ini mereka pelajari.

Dengan menggunakan pakaian tari khas Jaipong, mereka melenggang lenggok mengikuti irama gamelan yang secara langsung ditabuh di pinggir Jalan Diponegoro Kota Bandung itu.

Meski tidak begitu paham dengan aksi yang dimotori para seniornya itu, penari cilik itu tetap bersemangat unjuk kebolehan di depan pintu gerbang Kantor Gubernur Jabar itu.

"Kami kuatir budaya dan seni tradisional terimbas dampak UU ini, yang potensial memicu konflik masyarakat dalam melakukan penafsiran atas pornogradi, termasuk penafsiran kebudayaan Jaipong," kata Nanu.

Selain menggelar aksi tari jaipong, dalam aksi para seniman yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB itu juga diwarnai aksi poster dan membagi-bagikan bendera hitam kepada para pengguna jalan yang lewat di kawasan Gasibu Bandung.(ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau