Pro-Kontra Penghentian Tayangan Empat Mata

Kompas.com - 07/11/2008, 00:55 WIB

BANDARLAMPUNG, JUMAT--Warga Provinsi Lampung menyikapi penghentian tayangan "Empat Mata" di stasiun televisi dengan dua versi, yakni ada yang setuju dan tidak.

"Saya sangat setuju tayangan itu dihentikan. Soalnya, pada program yang menghadirkan si pemakan bangkai manusia Sumanto dan seorang perempuan pemakan daging mentah bahkan katak hidup, telah membuat anak saya muntah," kata Ny. Arini, warga Kotasepang, Kedaton, Bandarlampung, Kamis.

Tayangan itu, lanjut dia, mengajarkan kepada penonton, khususnya anak-anak yang belum cermat dalam memilah persoalan, akan hal yang tidak lazim.

Selain itu, sikap pembawa acaranya, Tukul yang genit terutama ketika ada bintang tamu yang cantik langsung meminta dicium, dan itu membuat Ny. Arini sebagai kaum perempuan kurang senang. "Kalau cara dan gayanya yang kocak, saya senang. Tapi yang
kegenit-genitan semestinya dihilangkan, karena tayangan tersebut disaksikan berbagai kalangan," sarannya.

Sementara yang menyukai penampilan Tukul pada program tersebut, mengaku kecewa karena tidak dapat melihat lagi gaya kocaknya.

"Semestinya, tidak dicekal begitu saja. Perlu peringatan dulu," kata Suryadi, warga Telukbetung, Bandarlampung.

Ia pun mengakui, tayangan yang menampilkan Sumanto dan wanita pemakan katak, memang sudah berlebihan dan tidak wajar.

Namun, lanjutnya, kesalahan bukan pada Tukul Arwana, tetapi tim kreatif yang tidak berfikir jauh terhadap akibat yang akan ditimbulkannya. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau