Empat Dampak Sanitasi Buruk pada Kesehatan

Kompas.com - 07/11/2008, 01:01 WIB

Padang, Kompas - Setidaknya ada empat dampak sanitasi buruk pada kesehatan masyarakat. Keempat dampak tersebut adalah penyakit diare, tifus, polio, dan penyakit cacingan. Untuk mencegah meluasnya dampak tersebut, masyarakat dan pemerintah perlu meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya sanitasi.

Wahanuddin, tim teknis dari Departemen Kesehatan untuk Indonesia Sanitation Sector Development Program (ISSDP), mengatakan, perubahan terbesar yang harus dilakukan menyangkut perilaku orang untuk hidup sehat.

”Urusan sanitasi ini tidak bisa hanya dipasrahkan kepada pemerintah saja. Perlu kerja sama semua pihak untuk membenahi sanitasi,” ujar Wahanuddin.

Kematian akibat diare pada anak usia di bawah tiga tahun mencapai sekitar 100.000 anak pada tahun 2003.

Kejadian diare yang disurvei tahun 2006 menunjukkan bahwa diare pada semua usia dialami 423 orang per 1.000 penduduk.

Penyakit tifus dialami 350-810 orang per 100.000 penduduk. Studi klinis di rumah sakit menunjukkan, angka penderita tifus 500 orang per 100.000 penduduk, dengan laju kematian antara 0,6 dan 5 persen.

Untuk penyakit cacingan, prevalensi terjangkit cacingan di Indonesia tahun 2007 mencapai 35,3 persen.

Penyakit polio kembali menjangkiti seorang anak laki-laki yang berusia dua tahun di Jawa Barat.

Fernando Siagian, staf Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Direktorat Jenderal PMD Departemen Dalam Negeri, mengatakan, urusan sanitasi meliputi pengolahan tinja dengan penyediaan jamban pada tiap keluarga, pengelolaan pembuangan akhir sampah, dan drainase di lingkungan masyarakat. (ART)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau