Liverpudlian Siap Akuisisi Liverpool

Kompas.com - 07/11/2008, 03:03 WIB

LIVERPOOL, JUMAT - Suasana panas kembali terjadi di Liverpool. Kelompok suporter yang tergabung dalam Share Liverpool FC, sudah siap membeli klub kesayangan mereka. Maka, mereka menuntut pemil klub asal Amerika Serikat (AS), Tom Hicks dan George Gillet, untuk menjual sahamnya.

Share Liverpool FC sudah mengirim surat kepada kedua pemilik tersebut. Isinya desakan agar menjual saham mereka ke suporter.

Sejak dimiliki kedua pengusaha AS itu, Liverpool memang sering bergolak. Mereka dinilai kurang serius mengembangkan klub. Kemarahan suporter memuncak, ketika mereka berencana memecat pelatih Rafael Benitez.

Suporter juga tak menginginkan klub dimiliki orang asing. Maka, sekelompok suporter membentuk persatuan untuk merancang kepemilikan klub dengan model seperti Barcelona. Yakni, klub dimiliki oleh komunitas.

Dipimpin kepala akademi sepakbola Liverpool, Rogan Taylor, mereka menghimpun dana untuk membeli klub itu. Nantinya setiap suporter akan memiliki saham di klub tersebut. Usaha ini didukung para legenda Liverpool, seperti John Barnes, Phil Thompson and John Aldridge, juga kelompok suporter Liverpool yang tergabung dalam The Spirit of Bill Sankly.

Surat Share Liverpool FC itu diumumkan secara terbuka dengan redaksional antara lain:

"Kami memahami Anda (Hicks dan Gillet, Red) telah memutuskan untuk meninjau kepemilikan terhadap Liverpool dan sedang mencari pembeli. Bersama mayoritas suporter Liverpool, kami setuju jika Anda mundur dari klub ini. Kami ingin membeli saham Anda atas nama dan demi suporter dan mengundang Anda untuk duduk bersama membahas masalah ini."

"Jika Anda bersedia menjual klub dengan harga yang rasional, maka kami yakin mampu membelinya dengan dukungan yang ada. Perlu diketahui, Share Liverpool FC tidak berorientasi keuntungan dari eksploitasi komersial Liverpool. Semua penghasilan klub akan kami gunakan untuk kepentingan klub dan timnya."

"Melakukan hal terhormat dengan menjual klub ke suporter akan mempertahankan nilai klub sebagai paling sukses di Inggris dan memiliki suporter terbesar di dunia. Liverpool tak bisa dipisahkan dari suporternya. Sekarang sedang berkembang kekhawatiran, termasuk dari pemerintah, bahwa klub besar akan kehilangan kedekatan psikologis dari suporternya. Anda bisa membantu mencegahnya dengan menjual klub ke suporternya," demikian antara lain surat terbuka itu.

Dengan desakan ini, kemungkinan Hicks dan Gillet akan lebih cepat meninggalkan Liverpool. Apalagi, mereka juga terkena imbas krisis global. (GL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau