Rapat Pleno KPU Kaltim di Hotel Berbintang

Kompas.com - 07/11/2008, 07:53 WIB

SAMARINDA — KPU Provinsi Kaltim menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara dan Penetapan Gubernur Kaltim di Ballroom Hotel Bumi Senyiur, Jumat (7/11) pukul 14.00 Wita. Untuk mengamankan jalannya rapat pleno rekapitulasi Pilgub Putaran Kedua, sedikitnya 452 personel polisi disiapkan beberapa tempat.

Kapoltabes Samarinda Kombespol Nasib Simbolon mengatakan, untuk pengamanan rapat pleno di Hotel Bumi Senyiur telah diturunkan 452 personel ditambah 42 personel dari pasukan Bakuda dan Gegana.

"Kurang lebih sekitar itu pengamanan dari kepolisian. Kita harapkan aman-aman saja dan tidak terjadi apa-apa," kata Simbolon, Kamis. Kali ini polisi tidak menyiapkan mobil watercanon di lokasi pelaksanaan rapat pleno.

Pengamanan rapat pleno rekapitulasi suara Pilgub Putaran II terbagi tiga ring. Di ring I sebanyak 32 personel Samapta disiapkan di sepanjang Jalan Diponegoro. Di pintu masuk Hotel Bumi Senyiur ditempatkan 104 polisi.

Penjagaan ketat juga dilakukan di pintu keluar dan pintu samping hotel dengan jumlah personel 135 orang, sedangkan penjagaan pintu belakang dekat Zona Pub 17 personel. Tepat di depan pintu masuk ballroom dijaga empat personel Samapta. "Pengamanan sesuai protap (prosedur tetap) saja," kata Simbolon.

Untuk pengamanan Ring II, Poltabes menempatkan 38 personel. Konsentrasi pengamanan ring II di halaman parkir hotel. Pintu masuk utama dijaga 21 personil. Sedangkan pengamanan di dalam ruang pleno disiapkan 12 petugas dari satuan Intel dan Samapta di setiap sudut ballroom.

Ketua KPU Provinsi Kaltim Masykur Melle menjelaskan, prosesi pelaksanaan rapat pleno, sebelum merekapitulasi, semua pengunjung dan undangan diminta menaati tata tertib rapat pleno terbuka.

"Saat acara berlangsung seluruh undangan diminta mematikan alat komunikasi (HP)," ungkap Masykur di sela-sela gladi kotor di Ballroom Hotel Bumi Senyiur, Kamis (6/11). Agenda rapat pleno, setelah selesai proses penghitungan suara langsung dilanjutkan dengan penetapan pasangan calon terpilih.

Anggota KPU Elvyani NH Gaffar menambahkan, KPUD berharap kepada pasangan Awang Faroek Ishak-Farid Wadjdy dan Achmad Amins-Hadi Mulyadi hadir dalam rapat pleno hari ini. "Kami berharap pasangan calon bisa hadir. Baik AFI maupun AHAD bisa hadir besok," ujar Elvyani.

Hingga kemarin, Elvyani mengaku belum bisa memastikan pasangan AHAD bisa hadir dalam rapat pleno rekapitulasi suara. "Selain pasangan calon, kami juga mengundang semua Muspida, dan anggota IT KPU Pusat untuk ikut menyaksikan jalannya pleno," katanya.

Amins ke Bali

Calon Gubernur Kaltim Achmad Amins kemungkinan besar tidak bisa mengadiri rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara, Jumat (7/11) ini. Saat dihubungi Kamis (6/11), Achmad Amins tengah berada di Bali, terkait tugasnya sebagai Walikota Samarinda menghadiri Sosialisasi Bantuan Asing. "Aku di Bali" begitu isi pesan singkat yang diterima wartawan Tribun Kaltim.

Menurut Plt Kabag Humas Pemkot Samarinda HM Faisal, Walikota Ahmad Amins berangkat ke Bali sejak Kamis (6/11). Kendati Achmad Amins kemungkinan tak bisa hadir, Cawagub Hadi Mulyadi berencana menghadiri rapat pleno. Saat dihubungi Hadi Mulyadi juga masih berada di Bali mengikuti Bimbingan Teknis DPRD Kaltim. Namun, Hadi berencana tiba di Samarinda sebelum pelaksanaan rapat pleno.

"Saya akan hadir karena diundang. Saya akan hadir sekaligus sebagai bentuk ucapan terima kasih saya kepada KPU, ucapan selamat kepada pemenang dan juga bentuk ucapan terima kasih kepada masyarakat Kaltim," kata Hadi Mulyadi. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau