GORONTALO, JUMAT - Sebuah pesawat MD 90 milik maskapai penerbangan Lion Air dengan nomor penerbangan LNI-793, Jumat (7/11) siang, tergelincir dari landasan pacu Bandara Jalaluddin, Gorontalo sebelum lepas landas. Roda depan pesawat yang membawa penumpang penuh yang berjumlah 167 orang tersebut terperosok ke luar landasan saat memutar sebelum terbang meninggalkan landasan.
"Ada tim yang menangani kerusakan, meskipun pesawat itu hingga kini masih layak terbang," ujar Kepala Bandara Jalaluddin, Nunung Triatmoko. Ia mengatakan pesawat dengan tujuan Gorontalo-Makassar tersebut hingga kini masih dalam tahap perbaikan. Ia menampik bahwa kecelakaan yang terjadi berulang kali di bandara tersebut diakibatkan oleh sempitnya landasan pacu.
Sementara ratusan penumpang yang semula akan berangkat pada pukul 12.20 WITA tersebut, terpaksa turun dari pesawat dan menunggu hingga pihak maskapai menetapkan jadwal keberangkatan yang baru. Sejumlah penumpang hingga berita ini diturunkan masih menunggu di bandara untuk meminta kepastian dari pihak bandara.
Sedangkan sebagian penumpang yang tidak difasilitasi menginap di hotel protes kepada pihak maskapai, karena merasa sangat dirugikan oleh penundaan keberangkatan tersebut. "Seharusnya semua menginap di hotel menunggu keberangkatan selanjutnya, tapi ini yang difasilitasi justru yang katanya rumahnya jauh atau alasan lainnya," ungkap Suyatno, salah seorang penumpang.
Sebelumnya, pada Juli 2007 Lion Air juga mengalami hal yang sama di Bandara Jalaluddin akibat terperosok pada tanah lembek di luar landasan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang