JAKARTA, JUMAT - Ancaman pembunuhan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui situs Internet terkait eksekusi terpidana mati pelaku bom Bali I, mendapat tanggapan dingin Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar.
Usai mengikuti, acara penganugerahan gelar pahlawan nasional dan tanda kehormatan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (7/11), Syamsir justru meminta wartawan menanyakan masalah ini ke pihak tentara.
Menanggapi pertanyaan lebih lanjut perihal ancaman teror terhadap Presiden Yudhoyono berikut Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah anggota Kabinet Indonesia Bersatu, Syamsir lebih banyak mengunci rapat-rapat informasi yang keluar dari dirinya. Syamsir yakin tidak ada gangguan keamanan selepas eksekusi terhadap terpidana mati bom Bali I, Amrozi cs.
Teror terhadap pejabat negara ini sempat muncul di situs www.foznawarabbilkakbah.com. Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng sebelumnya menuding bahwa teror itu bukan ancaman main-main. Untuk itu, langkah antisipasi dan proses penyidikan terhadap pelaku teror dilakukan pemerintah Indonesia.(Persda Network/ADE)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang