Bubur "Hostes" hingga "Kepiting Terkubur"

Kompas.com - 08/11/2008, 06:43 WIB

Siapa tak kenal ”Mabes” atawa Mangga Besar di Jakarta Barat? Mabes merupakan kawasan wisata malam yang tak pernah tidur. Wilayah itu memang tetap terjaga dari pagi hingga pagi berikutnya.

Maka jangan heran bila bermacam kuliner banyak tersedia di sana. Carilah makanan kegemaran Anda, dijamin Anda akan kebingungan memilihnya karena banyak variasi menu, harga, maupun tempatnya.

Salah satu jenis kuliner yang berkembang adalah bubur. Jalan Mangga Besar I di belakang Hotel Jayakarta merupakan kawasan paling banyak memiliki restoran bubur. Ada lima restoran bubur di sana. Rata-rata restoran buka dari pagi sampai tengah malam, tetapi ada juga satu-dua restoran tetap melayani pembeli hingga dini hari atau pagi berikutnya.

Sekalipun buka hingga 22 jam setiap hari, restoran itu tak sepi pembeli karena justru waktu bubaran diskotek atau karaoke, restoran bubur di Mangga Besar panen pembeli.

Nanto, petugas keamanan di kawasan jalan itu, mengatakan, biasanya pulang dugem—bahas gaul untuk dunia gemerlap—banyak orang nyari bubur. Para hostes atau pramusaji di diskotek atau tempat hiburan lain pun kerap mencari bubur. Untuk memudahkan penyebutan, kalangan tertentu menyebut restoran bubur di Jalan Mangga Besar sebagai bubur ”hostes”.

Sifat bubur yang tak terlalu mengenyangkan dan disantap panas, sehingga membuat perut nyaman rupanya menjadi penyebab mengapa jenis makanan ini banyak dipilih orang.

Harap maklum bila lewat tengah malam restoran bubur di Mangga Besar dan Jalan Hayam Wuruk seperti Furama yang buka hingga pukul 04.00 masih didatangi tamu. Suasana sama tampak di Bubur Kwangtung, Jalan Pecenongan, yang agak jauh dari pusat hiburan malam di Ibu Kota. Tamu yang datang ke Kwangtung biasanya memilih bubur ”kepiting terkubur” yang menyajikan tubuh kepiting telur terkubur setengah badan di lautan bubur.

”Saya pernah mengajak kawan makan di sini pukul 01.00. Eh, harus ngantre dulu untuk dapat kursi,” kata Putra, penggemar bubur hostes.

Pada hari Kamis (6/11) pukul 02.00, orang tetap datang dan pergi ke restoran penyedia bubur di daerah Mabes maupun Pecenongan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau