BEIJING, SABTU - Krisis keuangan yang saat ini melanda dunia bukan merupakan alasan bagi seluruh negara untuk tidak memperhatikan perubahan iklim yang selama ini telah menjadi kesepakatan untuk mematuhi komitmen Konferensi PBB Untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) dan Rencana Aksi Bali 2007.
"Adanya krisis keuangan saat ini bukan merupakan alasan dan hambatan bagi seluruh negara termasuk negara berkembang untuk tidak memperhatikan perubahan iklim," kata Wakil Sekretaris Jenderal PBB Untuk Masalah Ekonomi dan Sosial Sha Zukang kepada pers di Beijing, Sabtu (8/11).
Hal tersebut dikemukakan usai pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Beijing mengenai Perubahan Iklim: Pengembangan Teknologi dan Perpindahan Teknologi yang dihadiri 800 peserta dari 67 negara yang berlangsung 7-8 November 2008.
Menurutnya, krisis keuangan yang saat ini melanda dunia dan beberapa negara sudah ada yang terkena dampaknya memang telah membuat sejumlah negara terpukul karena dampak negatif menjalar ke mana-mana.
Namun demikian, tegasnya, hal itu tidak dan bukan alasan dan pengecualian bagi setiap negara untuk tidak menjalankan dan mematuhi komitmen dalam menjaga perubahan iklim. "Pemimpin dunia dan masyarakat hendaknya tidak mengabaikan perlunya memperhatikan perubahan iklim yang sudah menjadi komitmen bersama. Tidak ada halangan untuk itu," tegas Zukang.
Dalam pandangannya komitmen UNFCCC merupakan suatu kesepakatan yang harus dipatuhi dan dijalankan oleh seluruh negara di dunia, mengingat masalah perubahan iklim sesungguhnya juga tidak bisa diabaikan karena merupakan masalah umat manusia bersama.
Ia mengkhawatirkan apabila krisis keuangan menjadi alasan bagi pimpinan negara dan masyarakat dunia mengabaikan perubahan iklim, situasi dunia akan menjadi sulit di masa mendatang. "Sehingga masyarakat di dunia hendaknya bersama-sama memenjadikan perubahan iklim sebagai perhatian bersama dan merupakan tanggungjawab kita bersama, apapaun situasinya," katanya.
Wakil Ketua Pembangunan Nasional dan Komisi Reformasi (NDRC) China Xie Zhenhua mengatakan, pemerintah China tetap komitmen untuk terus mematuhi komitmen UNFCCC dan tetap memperhatikan perubahan iklim.
Ia mengatakan, sekalipun saat ini krisis keuangan melanda dunia tapi masalah perubahan iklim tetap menjadi perhatian pemerintah dan dana yang dikeluarkan untuk mengatasi itu sudah cukup besar. "Kami tetap komitmen untuk memperhatikan perubahan iklim dalam pembangunan nasional sekalipun saat ini krisis keuangan melanda dunia," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang