Jangan Berlindung di Balik Krisis Keuangan!

Kompas.com - 08/11/2008, 18:24 WIB

BEIJING, SABTU -  Krisis keuangan yang saat ini melanda dunia bukan merupakan alasan bagi seluruh negara untuk tidak memperhatikan perubahan iklim yang selama ini telah menjadi kesepakatan untuk mematuhi komitmen Konferensi PBB Untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) dan Rencana Aksi Bali 2007.
   
"Adanya krisis keuangan saat ini bukan merupakan alasan dan hambatan bagi seluruh negara termasuk negara berkembang untuk tidak memperhatikan perubahan iklim," kata Wakil Sekretaris Jenderal PBB Untuk Masalah Ekonomi dan Sosial Sha Zukang kepada pers di Beijing, Sabtu (8/11).
   
Hal tersebut dikemukakan usai pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Beijing mengenai Perubahan Iklim: Pengembangan Teknologi dan Perpindahan Teknologi yang dihadiri 800 peserta dari 67 negara yang berlangsung 7-8 November 2008.
   
Menurutnya, krisis keuangan yang saat ini melanda dunia dan beberapa negara sudah ada yang terkena dampaknya memang telah membuat sejumlah negara terpukul karena dampak negatif menjalar ke mana-mana.
   
Namun demikian, tegasnya, hal itu tidak dan bukan alasan dan pengecualian bagi setiap negara untuk tidak menjalankan dan mematuhi komitmen dalam menjaga perubahan iklim. "Pemimpin dunia dan masyarakat hendaknya tidak mengabaikan perlunya memperhatikan perubahan iklim yang sudah menjadi komitmen bersama. Tidak ada halangan untuk itu," tegas Zukang.
   
Dalam pandangannya komitmen UNFCCC merupakan suatu kesepakatan yang harus dipatuhi dan dijalankan oleh seluruh negara di dunia, mengingat masalah perubahan iklim sesungguhnya juga tidak bisa diabaikan karena merupakan masalah umat manusia bersama.
   
Ia mengkhawatirkan apabila krisis keuangan menjadi alasan bagi pimpinan negara dan masyarakat dunia mengabaikan perubahan iklim, situasi dunia akan menjadi sulit di masa mendatang. "Sehingga masyarakat di dunia hendaknya bersama-sama memenjadikan perubahan iklim sebagai perhatian bersama dan merupakan tanggungjawab kita bersama, apapaun situasinya," katanya.
   
Wakil Ketua Pembangunan Nasional dan Komisi Reformasi (NDRC) China Xie Zhenhua mengatakan, pemerintah China tetap komitmen untuk terus mematuhi komitmen UNFCCC dan tetap memperhatikan perubahan iklim.
   
Ia mengatakan, sekalipun saat ini krisis keuangan melanda dunia tapi masalah perubahan iklim tetap menjadi perhatian pemerintah dan dana yang dikeluarkan untuk mengatasi itu sudah cukup besar. "Kami tetap komitmen untuk memperhatikan perubahan iklim dalam pembangunan nasional sekalipun saat ini krisis keuangan melanda dunia," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau