JAKARTA, SABTU - Pengamat perminyakan, Kurtubi, Sabtu (8/11), mengatakan, pemerintah sekarang bisa menurunkan harga solar berdasarkan perhitungan-perhitungan yang ada.
"Mestinya pemerintah sekarang bisa menurunkan harga solar, karena dengan harga minyak mentah di level 62 dollar AS per barel dan nilai tukar Rp10.000 per dollar AS, biaya pokok produksi solar menjadi Rp5.000 per liter. Maka, harga solar bisa diturunkan Rp500 per liter dari harga saat ini, Rp5.500 per liter," urainya ketika diminta tanggapannya.
Ia mengatakan pula, tidak diturunkannya harga solar kala harga premium diturunkan menyebabkan adanya ketidakseimbangan.
Sementara, penurunan harga premium Rp500 dinilainya sangat tidak memadai dan tidak fair. Selain itu, penurunan tersebut mencerminkan keragu-raguan pemerintah di tengah merebaknya krisis ekopnomi global sekarang ini. "Penurunan premium sebesar Rp500 yang diberikan pemerintah kurang tepat dan dampaknya tidak bisa langsung dirasakan sektor riil," ungkapnya.
Di pihak lain ia berpendapat, harga minyak tanah tidak perlu diturunkan karena sudah berada di bawah harga pokok, yakni Rp2.500 per liter.