Air Mata Menetes di Monumen Bom Bali

Kompas.com - 09/11/2008, 11:58 WIB

DENPASAR, MINGGU — Puluhan turis asing dan warga setempat yang sejak Sabtu malam melakukan renungan di Monumen Ground Zero, yakni titik ledakan bom Bali 2002 di Legian Kuta, Bali, meneteskan air mata.

Air mata haru disertai kumandang doa puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa terucap dari para peserta setelah mendengar kabar bahwa Amrozi dan kawan-kawan telah dieksekusi. Beberapa peserta renungan berteriak histeris mendengar kabar tersebut.

"Oh my God, Oh my God..," pekik wanita asal Australia yang keluarganya tewas di Ground Zero pada peristiwa enam tahun silam itu.

Sambil memeluk bagian kaki monumen, wanita tengah baya tersebut tampaknya tak kuasa menahan tangis dan emosinya. Wanita tersebut akhirnya tampak terkulai lemas sehingga harus dipapah meninggalkan Ground Zero oleh beberapa teman senasibnya.

Renungan yang dilakukan beberapa janda dan keluarga bom Bali I, baik dari dalam maupun luar negeri itu, dirangkaikan dengan acara menunggu detik-detik eksekusi untuk Amrozi dan kawan-kawan.

Beberapa keluarga korban mengaku gembira mendengar Amrozi, Muklas, dan Imam Samudra telah dieksekusi di Nusakambangan, Jawa Tengah, Minggu dini hari. "Kita gembira bukan semata-mata karena dendam dan benci, melainkan karena pemerintah telah mampu menegakkan keadilan yang sesungguhnya di negeri ini," kata Ny Hayati Eka Laksmi, janda yang suaminya tewas di Legian Kuta.

Sejumlah janda bom Bali yang lain juga mengaku lega menyaksikan siaran televisi yang menyebutkan tiga terpidana mati bom Bali 2002 telah dieksekusi. Seusai renungan yang diikuti tabur bunga, para peserta tampak membubarkan diri dengan tertib di bawah pengamanan petugas yang terus mondar-mandir di kawasan obyek wisata internasional Kuta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau