Ancaman Rusia terhadap Pemerintahan Obama

Kompas.com - 09/11/2008, 15:28 WIB

CHICAGO, MINGGU — Sebagai presiden AS yang baru terpilih, Barack Obama, mengadakan kontak telepon dengan Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan beberapa pemimpin negara lainnya. Menurut keterangan yang dikeluarkan oleh kantor presiden di Kremlin, Obama dan Medvedev mengungkapkan keseriusan untuk menciptakan interaksi positif dan konstruktif terhadap pembangunan dan stabilitas global.

Medvedev dan Obama sepakat untuk dibentuk pertemuan bilateral awal. Obama dan Medvedev juga sepakat bahwa AS dan Rusia mempunyai kesamaan tanggung jawab dalam merespons permasalahan global yang serius.
 
Pemerintah George W Bush berencana membentuk perisai misil yang berdekatan dengan perbatasan Rusia. Rencana tersebut menambah kerenggangan hubungan antara Kremlin dan Washington.

Setelah Obama resmi memenangi Pemilu AS, Rabu (5/11), Medvedev mengancam akan menggerakkan misil jarak pendek ke wilayah Rusia yang berbatasan beberapa negara sekutu NATO meskipun AS menawarkan proposal baru pengurangan senjata nuklir serta pertahanan misil. Proposal itu mencakup izin bagi tim peninjau Rusia memasuki lokasi pertahanan misil AS di Polandia serta Republik Ceko.

Selama masa kampanye, Obama sempat mengaku ragu dengan pengembangan sistem pertahanan itu. Menurut Obama, sistem itu akan memerlukan proses uji coba yang rumit dan memakan biaya hingga miliaran dollar AS.

Selain dengan Medvedev, Obama juga mengadakan percakapan melalui telpon dengan Presiden Polandia Lech Kaczynski mengenai aliansi AS-Polandia. Menurut penasehat kebijakan luar negeri Obama,  Denis McDonough, presiden terpilih AS itu tak membentuk komitmen apapun mengenai rencana perisai misil.

Namun, pernyataan Denis McDonough itu bertolak berlakang dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Lech Kaczynski. Presiden Polandia itu menjelaskan, Obama menekankan pentingnya kemitraan strategis Polandia dan AS serta harapan akan kelanjutan kerja sama militer dan politik kedua negara. "Obama juga menjelaskan, proyek pertahanan misil akan tetap dilanjutkan," kata Kaczynski.
 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau