Pelayanan Transportasi Jadi Tolok Ukur

Kompas.com - 09/11/2008, 19:59 WIB

 

JAKARTA,MINGGU-Pelayanan transportasi bagi jamaah haji Indonesia di Mekkah, akan menjadi tolak ukur kesuksesan pelayanan jamaah haji tahun ini. Kesuksesan sektor transportasi ini dijadikan barometer terkait kondisi pemondokan jamaah haji Indonesia dari Masjidil Haram yang cukup jauh.

Media Center Haji Departemen Agama di Jakarta, Minggu (9/11) juga menyebutkan bahwa Panitia Penyelenggara Ibadah Haji, sudah menyiapkan antisipasi terkait kesiapan transportasi yang akan mengangkut jamaah haji pulang pergi dari pondokan ke Masjidil Haram.

"Pelayanan transportasi jamaah haji Indonesia di Mekkah menjadi tolak ukur keberhasilan pelayanan jamaah haji tahun ini," ujar Kepala Daerah Kerja Mekkah Zainal Abidin Supi.

Zainal mengatakan, PPIH menyediakan 600 bus untuk mengantarkan jamaah haji Indonesia. Namun, pengoperasiaannya tidak sekaligus, tetapi menunggu perkembangan dan kebutuhan bagi jamaah haji.

Bagi jamaah yang tinggal di Ring II, disediakan transportasi shuttle bus dari pemondokan ke Masjidil Haram pulang pergi. Di sekitar Masjidil Haram disiapkan tiga pos pemberhentian yaitu Pos A, di Sulaimaniyah, Pos B di Jiad, dan Pos C di Misfalah, sebagai tempat berkumpulnya jamaah dari masing-masing jurusan. "Di pemondokan jamaah haji, disediakan terminal sebanyak 11 buah dan halte sebanyak 55 buah," ujarnya.

Tentang masa operasional bus transportasi jemaah haji di Mekkah, menurut Zainal meliputi dua kategori. Yaitu sebelum wukuf di Arafah dimulai tanggal 16 Zulkaedah hingga Zulhijjah. Juga sesudah wukuf, dimulai satu hari setelah jamaah haji di Mekkah tanggal 3 Muharram.

"Bagi jemaah haji yang nafar awal pada tanggal 12 malam, 13 dan 14 Dzulhijah 1429 H dan akan diberangkatkan ke Jedah pada hari pertama kepulangan sekitar 7.500 jamaah yang dibagi dalam 19 kloter . Maka diperlukan penanganan khusus transportasi ke Masjidil Haram untuk melaksnakan tawaf Ifadah dan tawaf Wada. "Untuk mengatasi hal tersebut pihak perusahaan trasportasi armada Bus Ummul Qura` telah bersedia untuk memberikan pelayanan armada Bus sebanyak 30 unit," ujarnya.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau