Bayi Kembar Siam Parasit Dioperasi

Kompas.com - 09/11/2008, 20:46 WIB

 

 

SURABAYA,MINGGU-Hari Senin (10/11) sekitar pukul 08.00, bayi kembar siam parasit tidak sempurna atau incomplete conjoined twin Yovanza Frenando Elik akan menjalani operasi pemisahan tubuh parasitnya di Rumah Sakit Umum Dr Soetomo ruang OK 405. Proses operasi akan ditangani sekitar 50 anggota tim operasi.

Juru bicara tim medis Yovanza, dr Agus Harianto SpA(K), Minggu (9/11) di Surabaya mengatakan, berdasarkan pemeriksaan medis terakhir, tim dokter menilai Yovanza siap menjalani operasi. "Kedua orang tua Yovanza, Yosep Bernadus Elik dan Yeny Elik juga siap dan sepakat Yovanza dioperasi," ujarnya.

Persiapan operasi pemisahan tubuh parasit Yovanza telah berlangsung sejak Senin (3/11) dengan pemeriksaan medis, Kamis (6/11) dengan proses gladi kotor operasi, Jumat (7/11) gladi bersih, hingga Sabtu (8/11) dengan penyiapan dua kantong darah. Sehari sebelum operasi, Yovanza mendapatkan suntikan antibiotik profilaksi untuk mencegah infeksi pascaoperasi.  

Menurut Agus, dalam operasi tim dokter akan melakukan klem pada pembuluh darah arteri yang menuju tubuh parasit Yovanza. Setelah diklem, pembuluh darah dipotong karena tubuh tak sempurna pada Yovanza bersifat parasit yaitu menyedot nutrisi makanan yang dikonsumsi tubuh normal.

Resiko terparah yang mungkin terjadi adalah timbulnya pendarahan dan infeksi. Karena itu, tim dokter akan memasang korset pada bekas operasi, memberikan antibiotik serta menyiapkan dua kantong darah cadangan, kata Agus.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya optimistis operasi Yovanza akan berjalan lancar. "Kondisi awal saat Yovanza lahir berbeda jauh. Sekarang ia tampak tegar," ucapnya saat mengunjungi Yovanza Sabtu (1/11) lalu.

Menurut Frans, Yovanza merupakan salah satu dari 27,58 persen penduduk miskin di NTT. Kondisi kemiskinan di antaranya gizi buruk menyebabkan kesehatan balita buruk. "Keadaan Yovanza merupakan akibat dari situasi ini," tuturnya.

Hingga saat ini, orang tua Yovanza Yosep dan Yeny bersyukur karena ada pihak yang memerhatikan kondisi anak mereka, baik perhatian pribadi dari Gubernur NTT maupun Rumah Sakit Dr Soetomo. Menurut Yosep, selain keluarganya, masih banyak masyarakat NTT yang kesulitan mendapatkan pelayanan, khususnya pelayanan kesehatan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau