SURABAYA,MINGGU-Hari Senin (10/11) sekitar pukul 08.00, bayi kembar siam parasit tidak sempurna atau incomplete conjoined twin Yovanza Frenando Elik akan menjalani operasi pemisahan tubuh parasitnya di Rumah Sakit Umum Dr Soetomo ruang OK 405. Proses operasi akan ditangani sekitar 50 anggota tim operasi.
Juru bicara tim medis Yovanza, dr Agus Harianto SpA(K), Minggu (9/11) di Surabaya mengatakan, berdasarkan pemeriksaan medis terakhir, tim dokter menilai Yovanza siap menjalani operasi. "Kedua orang tua Yovanza, Yosep Bernadus Elik dan Yeny Elik juga siap dan sepakat Yovanza dioperasi," ujarnya.
Persiapan operasi pemisahan tubuh parasit Yovanza telah berlangsung sejak Senin (3/11) dengan pemeriksaan medis, Kamis (6/11) dengan proses gladi kotor operasi, Jumat (7/11) gladi bersih, hingga Sabtu (8/11) dengan penyiapan dua kantong darah. Sehari sebelum operasi, Yovanza mendapatkan suntikan antibiotik profilaksi untuk mencegah infeksi pascaoperasi.
Menurut Agus, dalam operasi tim dokter akan melakukan klem pada pembuluh darah arteri yang menuju tubuh parasit Yovanza. Setelah diklem, pembuluh darah dipotong karena tubuh tak sempurna pada Yovanza bersifat parasit yaitu menyedot nutrisi makanan yang dikonsumsi tubuh normal.
Resiko terparah yang mungkin terjadi adalah timbulnya pendarahan dan infeksi. Karena itu, tim dokter akan memasang korset pada bekas operasi, memberikan antibiotik serta menyiapkan dua kantong darah cadangan, kata Agus.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya optimistis operasi Yovanza akan berjalan lancar. "Kondisi awal saat Yovanza lahir berbeda jauh. Sekarang ia tampak tegar," ucapnya saat mengunjungi Yovanza Sabtu (1/11) lalu.
Menurut Frans, Yovanza merupakan salah satu dari 27,58 persen penduduk miskin di NTT. Kondisi kemiskinan di antaranya gizi buruk menyebabkan kesehatan balita buruk. "Keadaan Yovanza merupakan akibat dari situasi ini," tuturnya.
Hingga saat ini, orang tua Yovanza Yosep dan Yeny bersyukur karena ada pihak yang memerhatikan kondisi anak mereka, baik perhatian pribadi dari Gubernur NTT maupun Rumah Sakit Dr Soetomo. Menurut Yosep, selain keluarganya, masih banyak masyarakat NTT yang kesulitan mendapatkan pelayanan, khususnya pelayanan kesehatan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang