Yovansa Sukses Dipisah dengan Kembarannya

Kompas.com - 10/11/2008, 13:15 WIB

SURABAYA, SENIN — Operasi pemisahan bayi kembar siam parasit dengan jenis incomplete conjoined twin (bayi kembar siam tidak komplet/parasit) asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Yovansa Frenando, yang dilakukan pada Senin (10/11) berjalan sukses.
     
"Operasi tahap kedua (pemisahan) yang paling sulit dilakukan telah selesai dan berjalan sesuai dengan harapan (sukses)," kata Ketua Tim Dokter Kembar Siam RSU Dr Soetomo dr Agus Harianto SpAK.
     
Menurut dia, operasi pemisahan (tahap dua) tersebut selesai tepat pukul 12.00. Hal itu sesuai dengan perencanaan operasi yang sebelumnya diperkirakan menyita waktu selama empat jam.
     
Operasi kali ini dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, insisi (pengirisan kulit) oleh dokter spesialis bedah plastik. Tahap kedua berupa iligasi (pemotongan atau pengikatan aurta) dan tahap ketiga penyambungan kulit (rekonstrukasi kulit).
     
Dari tiga tahap tersebut yang paling sulit pada tahap kedua karena tim dokter yang mengoperasi dituntut harus jeli karena dikhawatirkan bisa salah memutus bagian-bagian penting dalam organ bayi.
     
"Ada bagian-bagian kecil sulit dilihat, jika tidak jeli, bisa mengakibatkan kesalahan fatal," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau