SURABAYA, SENIN — Operasi pemisahan bayi kembar siam parasit dengan jenis incomplete conjoined twin (bayi kembar siam tidak komplet/parasit) asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Yovansa Frenando, yang dilakukan pada Senin (10/11) berjalan sukses.
"Operasi tahap kedua (pemisahan) yang paling sulit dilakukan telah selesai dan berjalan sesuai dengan harapan (sukses)," kata Ketua Tim Dokter Kembar Siam RSU Dr Soetomo dr Agus Harianto SpAK.
Menurut dia, operasi pemisahan (tahap dua) tersebut selesai tepat pukul 12.00. Hal itu sesuai dengan perencanaan operasi yang sebelumnya diperkirakan menyita waktu selama empat jam.
Operasi kali ini dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, insisi (pengirisan kulit) oleh dokter spesialis bedah plastik. Tahap kedua berupa iligasi (pemotongan atau pengikatan aurta) dan tahap ketiga penyambungan kulit (rekonstrukasi kulit).
Dari tiga tahap tersebut yang paling sulit pada tahap kedua karena tim dokter yang mengoperasi dituntut harus jeli karena dikhawatirkan bisa salah memutus bagian-bagian penting dalam organ bayi.
"Ada bagian-bagian kecil sulit dilihat, jika tidak jeli, bisa mengakibatkan kesalahan fatal," katanya.