JAKARTA, SENIN - Ekonom Indef, Ikhsan Modjo mengatakan, perlunya mengubah sistem devisa bebas menjadi devisa bebas yang terkontrol untuk mengurangi tekanan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Menurut Ikhsan, di Jakarta, Senin, jika tidak ada perubahan sistem, hal itu akan merepotkan Bank Indonesia (BI) yang terus-menerus akan melakukan intervensi ke pasar. "Cadangan devisa akan tergerus," ujarnya.
Beberapa lembaga keuangan internasional seperti Credit Suisse memprediksi, dalam waktu tiga bulan ke depan rupiah akan merosot ke level Rp12.500 per dollar AS.
Ikhsan menambahkan, jika sistem devisa bebas terkontrol jadi diterapkan, kebijakan itu akan menciptakan stabilitas moneter sehingga volatilitas rupiah dapat terjaga. Selain itu laju inflasi dan suku bunga bank juga akan lebih terkontrol.
Pemerintah perlu mengendalikan dana-dana asing yang masuk ke dalam negeri. "Mereka harus dikontrol," ucapnya.
Misalnya harus ada waktu minimum dana asing tersebut mengendap di dalam negeri atau tujuan investasinya apa.
Selain itu para eksportir dan nasabah kakap juga perlu dikontrol agar lalu lintas devisa menguntungkan bagi ekonomi bangsa. Para eksportir diharuskan untuk menempatkan dana valasnya di bank dalam negeri.