Agung: Saya Dengar Rumor itu

Kompas.com - 10/11/2008, 19:10 WIB

JAKARTA, SENIN -  Ketua DPR RI Agung Laksono menyayangkan kalau benar rumor yang mengatakan ada keretakan di kabinet antara Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian/Menkeu Sri Mulyani dengan Menko Kesra Aburizal Bakrie, terkait dengan suspensi saham PT Bumi Resources Tbk, perusahaan milik keluarga Aburizal. "Saya memang mendengar rumor itu. Bila benar dua menteri itu berseteru dan akan mundur, itu sangat disayangkan," tegas Agung Laksono menjawab wartawan di gedung DPR Jakarta, Senin (10/11).

Menurutnya, suatu perbedaan pendapat adalah hal yang biasa dan tidak perlu sampai menimbulkan keretakan di dalam kabinet itu sendiri. "Tidak mungkin lah kabinet retak hanya karena beda pendapat. Soal kabinet retak kan yang nilai adalah Presiden," tegasnya.

Agung mengatakan seyogianya mereka (kedua menteri) yang berbeda pendapat itu dapat menjalankan fungsinya sebagai pembantu presiden dengan baik, sehingga tidak sampai menimbulkan keretakan. "Saya kita kalau soal beda pendapat itu merupakan dinamika di kabinet saja," ujarnya.

Namun, kata Agung Laksono, sangat disayangkan kalau isu keretakan itu benar terjadi, apalagi kabinet SBY-JK tinggal setahun lagi menjelang pemilu 2009. "Saya kira siapa pun harus mengutamakan kepentingan nasional, bukan kepentingan pribadi," tegas Agung Laksono.

Ditanya solusinya, Agung mengatakan, Presiden SBY harus segera mengklarifikasi tentang kekompakan kabinetnya supaya tidak terjadi spekulasi-spekulasi di masyarakat. "Katakan yang benar kalau itu benar dan katakan tidak kalau memang tidak. Harus diingatkan, para menteri harus menjaga kekompakan," kata Agung Laksono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau