JAKARTA, SENIN - Ketua DPR RI Agung Laksono menyayangkan kalau benar rumor yang mengatakan ada keretakan di kabinet antara Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian/Menkeu Sri Mulyani dengan Menko Kesra Aburizal Bakrie, terkait dengan suspensi saham PT Bumi Resources Tbk, perusahaan milik keluarga Aburizal. "Saya memang mendengar rumor itu. Bila benar dua menteri itu berseteru dan akan mundur, itu sangat disayangkan," tegas Agung Laksono menjawab wartawan di gedung DPR Jakarta, Senin (10/11).
Menurutnya, suatu perbedaan pendapat adalah hal yang biasa dan tidak perlu sampai menimbulkan keretakan di dalam kabinet itu sendiri. "Tidak mungkin lah kabinet retak hanya karena beda pendapat. Soal kabinet retak kan yang nilai adalah Presiden," tegasnya.
Agung mengatakan seyogianya mereka (kedua menteri) yang berbeda pendapat itu dapat menjalankan fungsinya sebagai pembantu presiden dengan baik, sehingga tidak sampai menimbulkan keretakan. "Saya kita kalau soal beda pendapat itu merupakan dinamika di kabinet saja," ujarnya.
Namun, kata Agung Laksono, sangat disayangkan kalau isu keretakan itu benar terjadi, apalagi kabinet SBY-JK tinggal setahun lagi menjelang pemilu 2009. "Saya kira siapa pun harus mengutamakan kepentingan nasional, bukan kepentingan pribadi," tegas Agung Laksono.
Ditanya solusinya, Agung mengatakan, Presiden SBY harus segera mengklarifikasi tentang kekompakan kabinetnya supaya tidak terjadi spekulasi-spekulasi di masyarakat. "Katakan yang benar kalau itu benar dan katakan tidak kalau memang tidak. Harus diingatkan, para menteri harus menjaga kekompakan," kata Agung Laksono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang