Lebih dari 200 Kilogram Ganja Disita

Kompas.com - 10/11/2008, 19:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Polisi menyita lebih dari 200 kilogram ganja di dua tempat, Minggu (9/11) malam. Di Depok, tersangka Iyus (30) dan Faisal (28) ditangkap. Dari tangannya disita 195 kilogram ganja asal Aceh. Awalnya, polisi berpura-pura berniat membeli ganja dari Iyus di Jalan Raya Cibinong, Bogor, Minggu (9/10) pukul 17.00.

 

Dari tangan Iyus, disita lima kilogram ganja. Ia mengaku hanya kurir. Ia mendapat ganja dari Faisal. Polisi pun ke rumah Faisal di Jalan Sukahati, Cibinong, Bogor, Senin (10/11) dinihari. Dari tangan Faisal disita 190 kilogram ganja yang dikemas dalam delapan kardus. "Ganja tersebut rencananya akan dijual ke Depok, Tangerang, dan Sukabumi,” kata Kepala Polres Depok Komisaris Besar Gatot Eddy Pramono yang dihubungi kemarin.

 

Di tempat lain, anggota Polsek Metro Tanjung Priok, Jakarta Utara, menangkap tersangka Muhammad Haris bin Abdul Choliq (36) dan menyita delapan kilogram ganja yang ia bawa. Ia ditangkap di rumahnya di Jalan Swasembada Barat VI, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Minggu (10/11) malam.

 

Polisi mulai membuntuti Haris di Halte Volker, Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Minggu siang. Di halte tersebut, tersangka dijemput taksi  yang berpenumpang tersangka Muhammad Rozi, pengedar ganja yang membawa ganja delapan kilogram. ”Kesepakatan berlangsung di taksi. Untuk setiap sekilogram ganja senilai Rp 2 juta yang laku, tersangka mendapat komisi Rp 300.000,” ungkap Kepala Polsek Metro Tanjung Priok, Komisaris NS Soekasno kemarin.

 

Kepada polisi, Haris mengaku menjadi pengedar selama enam bulan. ”Dia mengaku, Rozi adalah tetangganya dulu yang tinggal di Kalideres, Jakarta Barat,” tambah Soekasno.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau