Bremen Hukum Neo Nazi

Kompas.com - 11/11/2008, 00:28 WIB

BREMEN, SELASA - Neo Nazi beraksi lagi di lapangan sepakbola. Saat Werder Bremen bertandang ke Bochum, Sabtu (8/11), delapan suporternya yang tergabung dalam Neo Nazi bikin ulah. Mereka mengibarkan bendera Nazi, hingga akhirnya ditangkap polisi.

Karena aksi tersebut, Werder Bremen akan menghukum mereka tak boleh masuk stadion. "Kami tak butuh kedatangan suporter seperti mereka. Kami menyikapi insiden ini sangat serius dan kami akan melakukan apa pun untuk mencegah mereka masuk stadion," demikian pernyataan yang dikeluarkan Bremen.

Pada pertandingan itu, mereka mencoba mengibarkan bendera Nazi zaman Perang Dunia II. Mereka ingin merayakan 70 tahun Kristallnacht, sebuah serangan tentara Nazi era Adolf Hitler kepada para warga Yahudi. Para suporter Bremen mencoba mencegah tindakan delapan anggota Neo Nazi itu. Polisi pun kemudian menangkap delapan orang tersebut.

"Kami bangga dengan tindakan beberapa suporter yang mencoba mencegah aksi mereka. Kami juga akan melakukan apa saja untuk mencegah segala bentuk rasisme dan diskriminasi dalam sepakbola," lanjut Bremen.

Bremen akan segera berkonsulitasi dengan federasi sepakbola Jerman (DBF) untuk menjajaki apakah hukuman bisa diperluas. Maksudnya, mereka tak hanya dilarang nonton sepakbola di Bremen, tapi juga di seluruh Jerman. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau