5 Negara Bantu Sistem Tsunami Indonesia

Kompas.com - 11/11/2008, 10:18 WIB

JAKARTA, SELASA - Tepat pukul 11.00, Selasa (11/11), Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan meluncurkan sistem peringatan dini tsunami (Indonesia Tsunami Early Warning System / InaTEWS) di Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jakarta.

Kepala BMKG Sri Woro B. Harijono mengatakan, selain melibatkan 18 institusi pemerintah, juga didukung secara finansial dan teknologi oleh 5 negara donor."Keseriusan Indonesia membangun sistem peringatan dini, mengundang dukungan dari 5 negara donor yaitu Jerman, Cina, Jepang, Amerika Serikat dan Perancis," kata Woro dalam sambutannya.

Dikatakan Woro, secara internasional keberadaan InaTEWS menjadi sarana pemerintah Indonesia untuk berkontribusi secara aktif di kancah Internasinal dalam melindungi masyarakat baik kawasan Samudera India maupun Samudera Pasifik dari ancaman bahaya tsunami.

Hingga saat ini, informasi peringatan dini tsunami di Indonesia masih bertumpu dari hasil pemantauan seismik yang diperoleh dari jaringan seismik InaTEWS yang berpusat di Kantor BMKG, Jakarta.

Untuk menghindari adanya tindakan vandalisme terhadap alat yang dipasang, menurut Woro, BPPT telah melakukan koordinasi dengan pemda setempat, dan perhimpunan nelayan.

Alat ini akan beroperasi selama 24 jam dan masih terus dalam tahapan pengembangan. "Ini baru tahap awal, akan kami kembangkan terus,"ujar Woro.

Sementara itu, Anggota Parlemen Jerman, Thomas Rachel mengatakan, dalam dua tahun kedepan, ilmuwan Jerman dan Indonesia akan terus mengembangkan dan mengoptimalkan teknologi tersebut. "Penyerahan sepenuhnya kepada pihak Indonesia, direncanakan akan dilakukan tahun 2010," kata Rachel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau