JAKARTA, SELASA — Wakil Ketua Kadin Indonesia Suardana Linggih dalam hearing dengan anggota DPD di Jakarta, Selasa (11/11), mempertanyakan kemajuan transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan capital market jauh lebih besar daripada transaksi sektor riil.
Menurutnya, saat ini di lantai bursa investor tak hanya mengharapkan dividen, tetapi juga sudah diarahkan/terbawa arus dengan motif mendapatkan capital gain yang tinggi (untung besar). Akibatnya, banyak muncul spektakuler yang memainkan harga saham apabila regulator di pasar modal kurang efektif atau hanya mengikuti tren dunia.
"Setiap transaksi di bursa ada investor yang menang dan ada yang kalah apakah ini mirip dengan di Las Vegas (arena gambler atau judi)," kata Suardana.
Dalam kesempatan itu dia mempertanyakan apakah sistem semacam itu dilanjutkan. "Indonesia kiranya perlu peraturan yang dapat mengembangkan perkembangan sektor finansial dengan sektor riil sehingga terjadi harmonisasi berkelanjutan," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang