JAKARTA,SELASA-Proses regenerasi macet total disebabkan UU Pilpres. Padahal, amanat reformasi adalah terjaminnya regenerasi.
"Bayangkan Partai Golkar yang berkuasa selama 32 tahun pada masa orde baru, dan 10 tahun reformasi hanya melahirkan tiga pemimpin nasional, Soeharto, BJ Habibie dan Jusuf Kalla. Sedangkan 42 tahun dari keberadaan PDIP hanya melahirkan satu tokoh, Magawati Soekarnoputri," ujar Ray Rangkuti dari Lingkar Masyarakat Madani dalam diskusi Undang-undang Pemilu Presiden di Gedung Pusat Muhammadiyah di Jakarta, Selasa (11/11).
Ironi dari demokrasi yang dilaksanakan selama reformasi yang digulirkan dengan darah dan air mata, menurut Ray, hanya melahirkan sedikit pemimpin baru. Padahal, regenerasi ini merupakan amanat yang sangat penting dalam reformasi dengan jargon yang terkenal potong satu generasi.
"Sekarang kita melihat, sebagian besar elit bangsa ini masih orang-orang lama, anggota DPR, DPRD, bahkan calon anggota legislatif mendatang juga masih diwarnai dengan wajah-wajah lama," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang