Himbara Minta Jaminan Penuh

Kompas.com - 11/11/2008, 16:42 WIB

JAKARTA, SELASA - Perhimpunan Bank-Bank Negara (Himbara) meminta pemerintah  menjamin penuh Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan atau blanket guarantee dan pinjaman pasar uang antarbank (PUAB).
  
Ketua Umum Himbara Agus Martowardojo usai rapat dengar pendapat dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), di Jakarta, Selasa (11/11), mengatakan kebijakan itui bisa menurunkan bunga kredit dan menghindari risiko terjadinya kredit bermasalah (non performing loan/NPL).
   
"Singapura, Malaysia, dan Hong Kong, sudah menerapkan blanket guarantee. Sebaiknya kita (Indonesia) bereaksi dan melakukannya," ujar Agus.
   
Agus menuturkan saat ini bunga pinjaman PUAB memang rendah. Namun, DPK masih tinggi, sehingga bunga kredit yang diberikan kepada debitor tetap tinggi.
   
Kendati begitu, dengan penjaminan penuh (blanket guarantee) dalam bentuk valuta asing maupun DPK, bunga kredit bisa turun dan perang bunga sesama bank bisa reda.
   
"Bila bunga kredit rendah, dampaknya risiko semakin rendah dan potensi terjadinya NPL bisa dikurangi. Bank tidak perlu khawatir terjadinya NPL. Namun, ini semua tergantung dari kebijakan pemerintah," imbuhnya.
   
Agus mengakui kenaikan bunga kredit disebabkan oleh tingginya biaya dana (cost of fund), tingginya risiko, dan persaingan antar bank.
   
Kenaikan itu memicu (naiknya) bunga deposito yang saat ini mencapai 12-13 persen per tahun . Namun, apabila sudah mendapat jaminan penuh dari pemerintah, dalam waktu enam bulan ke depan, bunga deposito bisa stabil di 10 persen .
   
"Awalnya bunga deposito rendah 6,5-10 persen. Namun, saat ini ada bank yang mematok bunga sampai 12-13 persen, sedangkan di interbank (PUAB) 9,5 persen . Jika ada penjaminan bisa turun menjadi maksimal 10 persen dalam enam bulan," imbuhnya.
   
Agus menambahkan kepercayaan bank di Indonesia untuk melakukan pinjaman interbank masih tinggi. Tetapi, tetap ada kekhawatiran turun seperti yang terjadi di luar negeri.
  
Untuk itu,  lanjut dia, penjaminan PUAB harus disertakan dengan fasilitas repo satu dan tiga bulan kedepan. Namun, tantangan utama adalah kekeringan valas di dunia dan kecenderungan ditarik ke luar negeri.
  
"Beberapa bank ingin repo dalam satu hingga tiga bulan. Kalau harian sudah bisa dan untuk mengatasi kekeringan likuiditas valas, perbankan mulai mengurangi ketergantungan terhadap valas," tambahnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau