JAKARTA, SELASA - Sekitar 150 warga dari empat desa di Sidoarjo yang terkena luapan lumpur panas Lapindo, Selasa (11/11) ngeluruk ke Istana Kepresidenan. Bermaksud untuk bertemu langsung dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, para korban Lapindo yang mewakili warga empat desa di Kedungbendo, Jatirejo, Siring dan Renokenongo justru hanya mampu menyampaikan maksud hati melalui surat.
"Kita menyampaikan surat untuk bertemu dengan Presiden SBY," kata Suwarno, Juru Bicara Warga korban lumpur panas Lapindo yang ditemui di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum, Jakarta.
Menurut Suwarno, surat yang disampaikan ke Presiden Yudhoyono tersebut berisi tentang kehendak masyarakat di empat desa yang terkena luapan lumpur panas Lapindo agar tidak lagi berjanji-janji manis. "Kita menghendaki jangan sampai dibohong-bohongi terus sama PT Minarak," ujarnya.
Suwarno menegaskan, berdasar Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2007, Lapindo membayar tanah, dan bangunan warga korban 20 persen di muka dan 80 persen satu bulan sebelum masa kontrak berakhir. "Lapindo telah melewati batas waktu. Saat ini, masa kontrak rumah kami habis, dan Lapindo belum melaksanakan perintah Perpres tersebut," ujarnya.
"Setidaknya ada sekitar 1.254 kepala keluarga di empat desa yang keleleran (terbengkalai)," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang