KUPANG, SELASA - Stok beras yang dikelola Badan Urusan Logistik Nusa Tenggara Timur saat ini mencapai 12.958 ton. Jumlah tersebut untuk kebutuhan dua bulan ke depan. "Sementara sedang dalam perjalanan menuju NTT sekitar 14.300 ton. Pengadaan jarak jauh dari Sulawesi Selatan sebanyak 20.000 ton, sudah terealisasi 11.765 ton, sisa 8.235 ton," kata Kasie Humas Bulog NTT, Ny Bende Radja di Kupang, Selasa (11/11).
Dengan demikian sampai Februari 2009 sekitar 47.250 ton beras tersedia di gedung Depot Logistik yang tersebar di 20 Kabupaten/Kota se- NTT. Pengadaan beras beras ini untuk mengantisipasi hari raya Natal dan Tahun Baru 2009 di NTT. Kebutuhan beras bagi 4,3 juta jiwa penduduk NTT rata rata 350.000 ton terdiri dari beras Bulog, pedagang, dan beras lokal. Tetapi persediaan beras lokal rata rata 40.000 ton.
Menjelang musim tanam akhir November-Februari, masyarakat sangat kesulitan mendapatkan stok pangan lokal. Meski beras Bulog cukup tersedia, tetapi daya beli masyarakat rendah maka tidak akan mengatasi masalah rawan pangan.
"Beras raskin yang hanya Rp 1.600 per kilogram saja masyakat tidak mampu beli, apalagi beras yang terjual di pasar dengan harga sampai Rp 7.000 per kilogram,"katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang