Stok beras Bulog NTT 12.958 ton

Kompas.com - 11/11/2008, 19:25 WIB

KUPANG, SELASA - Stok beras yang dikelola Badan Urusan Logistik Nusa Tenggara Timur saat ini mencapai 12.958 ton. Jumlah tersebut untuk kebutuhan dua bulan ke depan. "Sementara sedang dalam perjalanan menuju NTT sekitar 14.300 ton. Pengadaan jarak jauh dari Sulawesi Selatan sebanyak 20.000 ton, sudah terealisasi 11.765 ton, sisa 8.235 ton," kata Kasie Humas Bulog NTT, Ny Bende Radja di Kupang, Selasa (11/11).

Dengan demikian sampai Februari 2009 sekitar 47.250 ton beras tersedia di gedung Depot Logistik yang tersebar di 20 Kabupaten/Kota se- NTT. Pengadaan beras beras ini untuk mengantisipasi hari raya Natal dan Tahun Baru 2009 di NTT. Kebutuhan beras bagi 4,3 juta jiwa penduduk NTT rata rata 350.000 ton terdiri dari beras Bulog, pedagang, dan beras lokal. Tetapi persediaan beras lokal rata rata 40.000 ton.

Menjelang musim tanam akhir November-Februari, masyarakat sangat kesulitan mendapatkan stok pangan lokal. Meski beras Bulog cukup tersedia, tetapi daya beli masyarakat rendah maka tidak akan mengatasi masalah rawan pangan.

"Beras raskin yang hanya Rp 1.600 per kilogram saja masyakat tidak mampu beli, apalagi beras yang terjual di pasar dengan harga sampai Rp 7.000 per kilogram,"katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau