ROMA, RABU - Mantan pemimpin Juventus, Luciano Moggi bersama putranya dituntut jaksa hukuman penjara selama enam tahun. Tuntutan itu disampaikan atas aktivitas ilegalnya dalam transfer pemain sepakbola lewat agen GEA milik anaknya, Alessandro Moggi.
Selain itu, Marcello Lippi, Davide Lippi juga tersangkut. Anak pelatih timnas Italia itu sebelumnya agen GEA yang dituduh ikut melakukan kejahatan transfer pemain.
Moggi yang menjadi tokoh utama dalam skandal pengaturan pertandingan di Liga Serie-A (calciopoli), dituduh memaksa beberapa pemain untuk pindah lewat agen GEA. Agen itu dipimpin anaknya, Alessandro Moggi.
Jika tuntutan jaksa dikabulkan hakim, maka dia akan merasakan tinggal di hotel prodeo bersama anaknya. Sebelumnya, karena kasus calciopoli, dia sudah dihukumm tak boleh terlibat dengan sepakbola selama lima tahun.
Moggi membantah telah melakukan kejahatan dan kesalahan soal transfer pemain. Namun, jaksa Luca Palamara mengatakan, "Kami tak enuduhnya melakukan aktivitas mafia, tapi praktiknya sangat mirip."
Selain Moggi dan putranya, Lalamara juga menuntut Francesco Zavaglia selama 42 bulan penjara. Dia sebelumnya menjabat sebagai CEO GEA. Sedang mantan agen GEA, Davide Lippi, dituntut 16 bulan penjara. Dia merupakan putra pelatih timnas Italia, Marcello Lippi. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang