Moggi dan Putra Lippi Dituntut Penjara

Kompas.com - 12/11/2008, 02:48 WIB

ROMA, RABU - Mantan pemimpin Juventus, Luciano Moggi bersama putranya dituntut jaksa hukuman penjara selama enam tahun. Tuntutan itu disampaikan atas aktivitas ilegalnya dalam transfer pemain sepakbola lewat agen GEA milik anaknya, Alessandro Moggi.

Selain itu, Marcello Lippi, Davide Lippi juga tersangkut. Anak pelatih timnas Italia itu sebelumnya agen GEA yang dituduh ikut melakukan kejahatan transfer pemain.

Moggi yang menjadi tokoh utama dalam skandal pengaturan pertandingan di Liga Serie-A (calciopoli), dituduh memaksa beberapa pemain untuk pindah lewat agen GEA. Agen itu dipimpin anaknya, Alessandro Moggi.

Jika tuntutan jaksa dikabulkan hakim, maka dia akan merasakan tinggal di hotel prodeo bersama anaknya. Sebelumnya, karena kasus calciopoli, dia sudah dihukumm tak boleh terlibat dengan sepakbola selama lima tahun.

Moggi membantah telah melakukan kejahatan dan kesalahan soal transfer pemain. Namun, jaksa Luca Palamara mengatakan, "Kami tak enuduhnya melakukan aktivitas mafia, tapi praktiknya sangat mirip."

Selain Moggi dan putranya, Lalamara juga menuntut Francesco Zavaglia selama 42 bulan penjara. Dia sebelumnya menjabat sebagai CEO GEA. Sedang mantan agen GEA, Davide Lippi, dituntut 16 bulan penjara. Dia merupakan putra pelatih timnas Italia, Marcello Lippi. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau