NEW YORK, RABU - Nilai saham di bursa Wall Street, New York kembali tertekan saat investor mengakui bahwa tak banyak industri yang lolos dari kemerosotan pengeluaran konsumen. Indeks industrial Dow Jones ditutup turun hampir 180 poin.
Reaksi pasar ini dengan jelas menunjukkan investor sangat bergantung pada pengeluaran rata-rata konsumen untuk melihat indikasi kebangkitan ekonomi. Dalam laporannya Senin (10/11), Starbuck Corp melaporkan penurunan tajam pada penjualan di jaringannya. Selasa (11/11) kemarin, Toll Brothers Inc melaporkan kemerosotan tajam pada pendapatannya. Toll Brothers Inc mengaku sangat kesulitan untuk memprediksi profit perusahaan pendiri perumahan mewah itu tahun depan.
Indeks industrial Dow Jones turun 176,58 poin atau 1,99 persen serta ditutup pada 8.693,96 setelah merosot lebih dari 300 poin. Ini merupakan indeks Dow Jones terendah sejak penutupan transaksi 5 1/2 tahun terakhir.
Sejumlah indeks saham terkemuka lainnya juga merosot. Indeks The Standard & Poor's 500 merosot 20,26 atau 2,20 persen serta ditutup pada 898,95. Sementara indeks gabungan Nasdaq turun 35,84 poin atau 2,22 persen menjadi 1.580,90.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang